SUDAH BEBERAPA kali saya berjumpa dan berdiskusi dengan Sandiaga. Terutama saat berjuang di Pilgub DKI Jakarta. Tapi belum pernah sekalipun saya berbincang dengan istrinya bernama Nur Asia. Kemarin, menjadi momen perdana kami bersua dan bertukar isi kepala.

Banyak beredar cerita, Nur Asia bukan sekadar istri dari seorang pengusaha, tetapi juga anak dari orang kaya yang tanahnya dimana-mana. Nama Cing Azis cukup melegenda bagi kalangan elit Jakarta. Saya sempat mengira, Nur Asia angkuh dan rempong orangnya. Wajar lah, namanya juga sosialita.

Sandi Uno, Ulama dan Tugas Sang Cendikiawan

Ternyata penilaian itu sirna seketika. Dia sangat ramah dan murah tawa. Tajam sorot matanya dan fokus mendengarkan lawan bicara. Satu lagi, dia hobi bercanda layaknya anak Jakarta. Dia menyimpan banyak joke segar untuk menghangatkan suasana. Saya seperti sedang bertukar cerita dengan seorang teman lama.

Pepatah bijak berkata, di balik lelaki sukses, selalu ada sosok perempuan hebat. Dan Nur Asia adalah perempuan hebat. Dia figur penting di balik kesuksesan Sandiaga. Baik saat merintis sebagai pengusaha, ataupun saat mengabdi kepada bangsa dan negara.

Nur Asia sosok perempuan ceria yang berpenampilan apa adanya. Putri Betawi yang rendah hati. Tulang rusuk Sandiaga yang berjuang dengan tenaga, cinta, harta dan doa.

Banyak cerita di balik berita dari Nur Asia. Ada kisah bahagia, ada pula kisah duka. Pada kesimpulannya, Nur Asia layak menjadi ikon perjuangan kaum wanita dan pantas menjadi contoh bagi perempuan muda.

Indonesia, kita sambut Nur Asia. Kita sambut the power of emak-emak…!

[Oleh : Tb Ardi Januar, politisi Gerindra Muda]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com