TIDAK ADA yang kebetulan di dunia ini. Sekecil apa pun kejadian sudah ada yang mengatur. Termasuk seluruh peristiwa di negara besar seperti Indonesia.

Sejarah manusia itu berproses dan setiap proses diawali dgn tanda atau isyarat. Acapkali tanda-tanda alam itu berulang, karena sejarah pada hakikatnya pengulangan masa lalu.

Sudahlah, Anda Nggak Usah Nyonyor soal Reuni Akbar Alumni 212

Inilah tanda2 alam akan terjadinya perubahan politik di Indonesia pada 2019 :

1. Burung yg lain langsung terbang, tapi burung di tangan cawapres Ma’ruf Amin terjatuh, saat deklarasi pemilu damai.

2. Mobil Land Rover odong-odong yang ditumpangi Jokowi-Ma’ruf Amin ternyata diketahui menunggak pajak selama 2 tahun, ketika pengambilan nomor urut capres-cawapres.

3. Semua orang berdiri tegap dengan tangan lurus ke bawah sesuai ketentuan UU, hanya Presiden Jokowi yangg menghormat dengan tangan kanan diangkat ke atas, saat menyanyikan Indonesia Raya di pengambilan nomor urut capres-cawapres.

4. Ma’ruf Amin itu semula kiai yang sangat dihormati sebagai Ketua Umum MUI & Rois Aam PBNU, tapi martabatnya langsung terjun bebas digoyang dangdut oleh biduan seksi di Tugu Proklamasi, menjelang pengambilan nomor urut capres-cawapres.

5. Mahfud MD itu sosok terkuat cawapres Jokowi, eh malah yg dipilih Ma’ruf Amin, dan Mahfud pun membuka kelemahan Jokowi di ILC TvOne. Di pihak oposisi, cawapres terpilih justru Sandiago Uno sbg antitesis Ma’ruf Amin, soal kegaduhan pemilihan cawapres.

6. Kubu petahana mempunyai segalanya tp disetir oleh kubu oposisi, dari mulai pemilihan tagar sampai plesetan lagu Potong Bebek Angsa, soal kreatifitas kampanye.

7. Prestasi cemerlang Indonesia di Asian Games XVIII didongkrak oleh perolehan medali emas cabang pencak silat yg diampu Prabowo Subianto, bukan oleh cabang lain. Ini merupakan pembuktian pengabdian dan nasionalisme Prabowo.

8. Perseteruan Mendag Enggartiasto Lukita dengan Kabulog Budi Waseso soal impor beras membuka borok di kabinet dan mengungkap kelemahan presiden-sial-isme Jokowi. Manajenen dan kondisi kabinet kerja yang no comment.

9. Bergabungnya TGB ke barisan pendukung Jokowi langsung disambut gempa susul-menyusul di Lombok dengan kerugian triliunan rupiah yang sampai akhir Sept ini blm terehabilitasi.

10. Rupiah terpuruk memuncaki kemerosotan ekonomi dan penurunan kesejahteraan rakyat sejak Jokowi memimpin Indonesia, hal ini adalah indikator utama yang jeblok.

11. Jalan tol yang dibanggakan sebagai prestasi ternyata harus dibayar mahal oleh rakyat, sehingga banyak tol sekarang sepi, ini mengundang pertanyan, pemerintah itu penggadai atau pelayan rakyat?

12. Proyek-proyek ambisius pesanan asing dan aseng seperti reklamasi Teluk Jakarta, Meikarta, dan kereta api cepat Jakarta-Bandung mangkrak, miliaran dolar menguap. Kenapa?

13. Skenario membuka tangan untuk penjajahan China komunis terungkap lewat berbagai kasus, dari insiden di Halim, petani China di Bogor, TKA China di Morowali, sampai pengukuran tanah di Bekasi, bukti gagalnya revolusi mental.

14. Polri berubah dari pengayom rakyat menjadi alat penguasa. Kriminalisasi, dan stigmatisasi terhadap semua orang yg berseberangan dgn pemerintah, menunjukkan tanda-tanda kenatian demokrasi.

15. KPK diremot jadi lembaga politik untuk memenjarakan orang-orang yang tidak sepaham dengan pemerintah dan melindungi orang yang mau mendukung Jokowi, bahaya jika hukum demikian.

16. Banyak perkataan Jokowi yg berbalik memukul dirinya, seperti “kaos kok mau mengganti presiden” atau “bulan september ekonomi akan meroket”, dan banyak lagi.

17. Kebohongan dan janji2 palsu Jokowi satu per satu menampakkan dirinya ke hadapan publik, seperti spanduk bertuliskan “dijamin tidak ingkar janji lagi” dan baju norak “bersih, merakyat, kerja nyata”, begitulah.

[Oleh : Anonim, tulisan sudah viral di medsos]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com