TIGA ARTIKEL dari situs media Opiniindonesia.com yang saya posting tiba-tiba dihilangkan oleh Facebook. Tiga artikel ini semuanya mengkritisi rezim Jokowi.

Tiga artikel tersebut, masing-masing berjudul :

1. Benarkah, Buni Yani Mengatakan Prabowo Harus Menang agar Tidak Masuk Penjara? (Oleh : Buni Yani)

2. Presiden Prabowo Harus Pulihkan Netralitas Kepolisian (Oleh : Asyari Usman)

3. Gerakan Mahasiswa dan Ancaman Revolusi Sosial di Indonesia (Oleh : Dr Syahganda Nainggolan)

Buni Yani, penulis.

Setelah dihilangkan, saya coba lagi posting artikel yang sama. Kali ini semua artikel dari Opiniindonesia.com diblok oleh Facebook. Facebook memblok situs yang menurutnya bertentangan dengan “standar komunitas”.

Komunitas yang mana? Bukankah di dalam negara demokrasi warga negara bebas mengutarakan pendapat? Ini benar-benar keterlaluan.

Dinamika Demokrasi Pancasila di Indonesia

Rezim ini makin otoriter. Pemilu damai hanya slogan kosong bila warga tidak bisa mengkampanyekan fakta untuk mencerdaskan masyarakat.

[Oleh : Buni Yani, Pendiri Simpul Buni Yani – Center for Social Justice]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com