SEBENTAR LAGI, kita akan memperingati tragedi Gerakan 30 September 1965 (G 30 S/PKI). Sebuah sejarah kelam yang sulit dilupakan, karena di saat itu ada gerakan atau paham yang ingin mengubah ideologi Bangsa dan mengancam keutuhan Pancasila.

Saat ini, dorongan masyarakat untuk menonton film dokumenter G 30 S/PKI sangat massif. Masyarakat ingin mengenang tragedi tersebut dan ingin memetik pelajaran sekaligus pengetahuan dari film karya Arifin C Noer tersebut.

Karena itu, kami menyerukan kepada seluruh masyarakat Indonesia, mari sama-sama kita menyaksikan film tersebut untuk memperingati sejarah perjalanan Bangsa. Ajak keluarga dan tetangga kita untuk menonton bersama-sama.

Kami dari Partai Gerindra juga akan memerintahkan kepada seluruh pengurus partai di tingkat daerah, untuk menggelar acara nonton bareng bersama masyarakat.

Semoga dari film tersebut, kita dapat memetik pelajaran bahwa sebagai Bangsa kita perlu waspada akan gerakan-gerakan yang disinyalir ingin mengubah ideologi Pancasila. Indonesia pernah terancam dan kita patut bersyukur bahwa Bangsa kita masih bernaung dalam ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

Selain itu, kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar pada tanggal 30 September mendatang, sejenak menundukan kepala guna mengheningkan cipta dan mendoakan para pahlawan revolusi yang telah gugur dan menjadi korban keganasan PKI.

Mari bersama kita rawat Pancasila, kita jaga Bhineka Tunggal Ika dan kita waspadai gerakan-gerakan yang ingin mengubah ideologi Bangsa. Pascasila sudah final dan NKRI harga mati.

Salam Indonesia Raya…!

[Oleh : Fary Djemy Francis, Ketua Fraksi Gerindra MPR RI]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com