BELUM LAMA ini, pada Rabu 26 September 2018, Prabowo menerima kunjungan dari Duta Besar Cina untuk Indonesia Xiao Qian di kediamannya, Hambalang, Bogor.

Bagi banyak masyarakat kunjungan ini mungkin dianggap biasa. Namun tidak buat saya, ini sebuah isyarat kuat bahwa Prabowo-Sandi akan menang dalam Pilpres 2019.

Presiden Prabowo Harus Pulihkan Netralitas Kepolisian

China sebagai salah satu negara adi daya di dunia, pasti memiliki intelejen yang kuat serta melakukan riset yang sungguh2. Dari data intelejen dan risetnya, tentu China sudah bisa memperkirakan ke arah mana bandul kepemimpinan Indonesia bergerak.

Sebagai negara yang memiliki banyak kepentingan di Indonesia, China harus mengantisipasi agar kepentingan2nya terjaga apabila terjadi pergantian kepemimpinan. Sesuatu yang sudah harus dipersiapkan jauh2 hari agar tidak didahului oleh rivalnya Amerika. Saya juga meyakini dalam waktu yang tidak terlalu lama, Prabowo akan mendapat kunjungan yang sama dari perwakilan Amerika, dan Australia.

Yang menarik saat kunjungan Dubes China ke Hambalang adalah respon dari Prabowo yang menyatakan mendukung kerja sama yang baik antara kedua negara. Kata2 mendukung “kerjasama yang baik” ini sarat makna, yaitu sebuah kerjasama yang saling menguntungkan dan tidak merugikan salah satu pihak. Kalimat ” kerjasama yang baik ” menegaskan positioning Prabowo dalam kerjasama dengan China.

Apapun situasinya, kunjungan Dubes China ini merupakan kode keras kepada masyarakat internasional, bahwa tahun 2019, Indonesia akan terjadi pergantian kepemimpinan di NKRI.

[Oleh: Hadiwijaya, gemar menulis].


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com