(Prabowo dan Seluruh Rakyat Indonesia dibohongi Ratna, tapi Prabowo mungkin masih memaafkannya)

JANGAN DITANYA kecewa atau tidak, yang jelas kami kecewa berat karena telah dibohongi oleh Ratna Sarumpaet.

Berempati atau tidak, jelas kami sangat berempati saat mendengar penuturan Ratna kemarin kepada Prabowo dan kawan-kawan, bahwa dia dianiaya sedemikian rupa

Tak perlu Prabowo, saya kira seluruh rakyat Indonesia dan juga saya pastinya akan berempati seketika saat mengetahui seorang ibu memar lebam, ditambah lagi penuturannya

Tak usah Prabowo, mungkin saya juga bila ada diposisi Prabowo akan langsung bereaksi saat seorang ibu menuturkan cerita penganiayaan kepada dirinya seperti itu

Tak ada sedikitpun suudzon, karena naluri-naluri baik kita langsung bekerja disebabkan empati yang tercipta kepada Ratna

Salahkah seorang pembohong ? Jelas salah! tapi salahkah orang yang mempercayai kebohongan ? Tentu tidak, karena kita manusia biasa, yang dianugerahi perasaan oleh Tuhan yang kadang melampaui sekedar pikiran.

Mungkin saja empati kita salah, tapi tidak untuk disalahkan, mungkin juga reaksi kita salah, tapi tidak untuk dinampikan.

Yang justru salah adalah yang memanaskan suasana, dengan malah membully seorang wanita, ratna bersalah, ya! Tapi tidak untuk dibully, dia wanita yang tetap harus kita hargai.

Bila dirunut, Prabowo disini jelas menjadi sosok yang paling dirugikan karena dia terdepan sebagai corong utama dalam menyuarakan empatinya seketika saat itu. Tapi lagi-lagi empati kita tidak pernah salah, karena manusia mempunyai naluri-naluri baik yang langsung bekerja

Jelas Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia telah dibohongi oleh Ratna, Ratna berhak mendapatkan konsekuensi logis atas perbuatannya, tapi saya pribadi pesimis bila Prabowo tak akan memaafkan Ratna, terlebih mengingat berbagai peristiwa sebelumnya yang membuktikan betapa luasnya hati Prabowo kepada setiap anak bangsa, Presiden Indonesia saat ini, mungkin telah membuktikan betapa luasnya hati Prabowo.

[Oleh : Kawendra Lukistian, politisi muda]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com