DALAM 3-4 hari ini, berseliweran pesan di medsos agar semua pendukung Prabowo Subianto serentak membuat status “Selamat Ulang Tahun”, 17 Oktober. Untuk beliau. Alhamdulillah, muncul jutaan status dengan gaya masing-masing. Dan semua ini berjalan “sincere”, tulus. Apa adanya.

Saya juga tak mau ketinggalan, tentunya. Selamat Milad, kawan! Semoga selalu sehat lahir-batin. Senantiasa penuh semangat. Dan fokus pada tujuan kenegaraan yang mulia. Tujuan untuk merebut kembali kedaulatan Indonesia yang kini hilang tergadai.

Prabowo, dan Manusia Indonesianya Mochtar Lubis

InsyaAllah, Tuan kami perjuangkan sekuat tenaga untuk masuk ke Istana Presiden secara terhormat. Ada jutaan relawan anonim di bawah sana yang setiap hari berdoa kepada Allah SWT agar panjenengan diizinkan dan diridhoi-Nya untuk memimpin bangsa Indonesia. Mereka adalah orang-orang ikhlas, yang tidak Tuan kenal.

Dan jutaan relawan mandiri itu bekerja tanpa memikirkan apa-apa kecuali menginginkan perubahan pimpinan tertinggi bangsa dan negara ini demi mencegah kerusakan “social fabric” (rajut sosial) yang lebih parah. Demi pemulihan kedaulatan dan masa depan yang lebih baik. Untuk semua! Untuk seluruh rakyat Indonesia, dari ujung tertimur hingga ujung terbarat.

Kami berdiri di belakang Tuan, bukan karena kami ingin mengkultuskan Tuan. Sebaliknya karena kami yakin Tuan bisa menghentikan gejala berat pengkultusan itu. Karena, dengan berbagai alasan, semakin banyak orang yang mengkultuskan pemimpin yang tak layak disebut sebagai pemimpin. Mereka serentak kehilangan akal sehat. Inilah yang harus dihentikan.

Pak Prabowo, panjenengan bisa melakukan itu. You can do it, and you must do it. You will be there this time.

Mohon maaf, pada hari milad (hari lahir) panjenegan ini kami tak sempat mencarikan bingkisannya. Ditunda dulu ya, kawan! Belum bisa sekarang.

InsyaAllah kado terbaik dari kami akan kami berikan serentak kepada Tuan pada 17 April 2019. Kami kirimkan lewat 780 ribu TPS di seluruh Indonesia. InsyaAllah!

[Oleh : Asyari Usman, wartawan Ssenior]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com