MEMANG TERAMAT beda penampilan antara yang musti syuting, dan yang telah berbuat betulan.

Yangg satu citra pejuang hanya sebatas kostum untuk keperluan pemotretan. Satunya lagi, meski lepas baju tentarapun, orang melihat jiwa prajurit tetap melekat di kedalaman jiwanya.

Maukah Prabowo didandani sebagai tukang becak, tukang tambal ban, tukang bakso, tukang sapu? Jangan harap!



Pakaian lain yg dikenakan Prabowo adalah Teluk Belanga, Beskap, Surjan, dan pakaian Nusantara lainnya. Selain itu boleh jadi baju Silat karena ia pesilat, baju petani karena memang ia petani, dan pakaian penunggang kuda karena ia pemilik istal.

Prabowo tidak akan pernah memakai identitas lain yg bukan dirinya. Ia bukan penyaru. Melihat Prabowo itu seperti melihat kaca yg jernih. Tidak perlu menebak-nebak.

Jika ia tahu, akan bilang tahu. Jika tidak paham, ia akan bertanya. Apa yg terucap dari mulutnya, itulah yg ada di hatinya. Bukan hasil bisikan dari para pembisik siluman. Jadi jika ia jadi pimpinan, maka dialah pemimpin itu, bukan gerombolan di sekitarnya.

Tapi jangan sekali-sekali menganggap Prabowo bodoh, karena ia pelahap literasi. Bahasa metaforanya tingkat tinggi. Baik bahasa Indonesia, Melayu, Inggris atau Jerman, ia pandai berdiplomasi.

SELAMAT HARI PAHLAWAN JENDRAL..!

Kami paham bahwa arti Pahlawan itu tidak hanya sebatas penampakan pada pakaian. Tapi bagaimana perjuangan agar bangsa ini merdeka dari jajahan barang2 asing, bebas dari dikte badan2 asing, dan lepas dari banjirnya pekerja-pekerja aseng.

Pahlawan yg sesungguhnya pasti tidak akan kabur ketika ditemui Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Pahlawan yg sebenarnya tentu lebih menghormati buruh dan guru-guru dari Negeri sendiri, ketimbang musisi asing.

Ahhh.. betapa kami rindu dipimpin oleh Pahlawan betulan, bukan Pahlawan kebetulan.

[Oleh : Agi Betha, penulis. Tulisan ini sudah dipublikasikan di facebook pribadi]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com