SEBUAH VIDEO viral di medsos Twitter, Instagram dan Facebook, seorang pengemudi ojek online menyampaikan pesan ditujukan untuk Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

“Semoga Mas Prabowo selalu sehat, dengan kekuasaan Allah SWT Prabowo menjadi Presiden Republik Indonesia. Aamiin…Aamiin Ya Rabbal Aalamiin,” ucap pria paruh baya tersebut menyampaikan harapannya, sembari meneteskan air mata.

Video viral tersebut juga menyertakan bukti transfer per tanggal 27 November 2018, untuk rekening atas nama Galang Perjuangan PS, sebesar Rp 44.800.

Ada lagi Setyanto1985, pemilik akun Twitter @setyanto509 mencuit, “Pak @prabowo saya seorang guru honorer di Riau hanya tingggal 415.000 saldo saya di rek mau saya sumbangkan semua tidak bisa karena harus dipotong adm. Jadi saya sumbangkan 400.000 Insya Allah ikhlas demi buat perjungan #GalangPerjuanganPs”.

Semangat perjuangan juga dimiliki Koinkerok melalui akun @zamrami59, yang menuliskan, “Maaf Pak @prabowo @gerindra @swull saya kenal orang yang transfer ini, kuli sama dengan saya, dan dia bilang Insya Allah tiap minggu mungkin sampai dekat waktu pilpres, dia bilang semoga berkah tuk terlibat langsung dalam perjuangan bapak @prabowo walau cuma secuil, banyak yang mendoakan Bapak”.

Romitsu Top melalui akun @romitsuT yang mencuit di Twitter, “Teruntuk mas @prabowo saya ojol minta maaf hasil ojek saya hari ini Cuma segini dan saya, istri serta anak-anak ikhlas menyumbang untuk perjuangan menjadikan rakyat RI berdaulat lewat Prabowo-Sandi”.

Sementara Bang Nopel melalui akun @bropel mencuit, “Bapak Prabowo, sedih rasanya saya hanya bisa bantu nggak seberapa ini, karena kondisi usaha sedang kolaps, tapi saya ikhlas lahir batin demi perjuangan bapak untuk bangsa ini yang adil makmur”.

Akun @IyutKafir mencuit, “Sejauh ini, inilah sumbangan paling mengejutkan. Total satu hari sudah terkumpul 2M. Dan semakin bergulir deras. Cara-cara mengekspresikan donasinya pun luar biasa inspiratif. Ini pasti akan bikin gelisah istana dan pendukung rezim. Salut!”.

Ada cerita lain dari akun Instagram @indonesiaadilmakmur, yang merupakan akun resmi pasangan Prabowo-Sandi mengunggah bukti transfer yang dilakukan Iqbal Faisal Aji ke rekening Galang Perjuangan PS sebesar Rp 20.000. Menanggapi hal tersebut, Prabowo secara khusus menulis secarik kertas ucapan terima kasih yang ditujukan kepada Iqbal Faisal Adi tersebut.

Selain dukungan berupa sumbangan, netizen juga memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi melalui cuitan mereka di Twitter, ataupun unggahan di Instagram. Belakangan Prabowo memang aktif di media sosial, Twitter @prabowo yang memiliki 3,4 juta dan Instagram @prabowo yang memiliki 2,1 juta pengikut. Bahkan kucing kesayangan Prabowo yang bernama Bobby Kertanegara yang memiliki akun Instagram @bobbythek4t, memiliki 13,1 ribu follower.

Kedekatan Prabowo dengan netizen pendukungnya terlihat. Prabowo kerap membalas secara langsung mention cuitan yang ditujukan untuknya. Termasuk ketika berulangtahun pada 17 Oktober 2018 lalu, Prabowo kebanjiran postingan doa dan harapan netizen.

Salah sorang netizen pendukung Prabowo yang saat ini sedang bekerja di Jepang, Tun Ahmad Gazali lewat akun @C4k_Tun_PhD mencuitkan, “Dari jauh di Kota Ube, Jepang, sini saya juga turut haturkan: Selamat ulang tahun Bapak, penuh rahmat Taufik dan barokah Allah SWT. Aamiin shallahu ala Muhammad”.

Cuitan doa Ahmad segera dibalas Prabowo, yang tidak hanya mengamini, tetapi Prabowo mengingatkan Ahmad agar tidak melupakan Ibu Pertiwi dan turut membangun bangsa. “Aamiin. Jangan lupa untuk bangun Indonesia dengan karyamu. Terima kasih,” balas Prabowo.

Prabowo juga membalas komentar Hilda Satria dari akun Twitter @hilda_satria, “Selamat ulang tahun Pak Probowo….smoga selalu sehat wal afiat, sll dilindungi Allah SWT dan semoga pak probowo menjadi Presiden RI…..Aminn,” tulis Hilda.

“Aamiin. Terima kasih. Salam untuk keluarga,” balas Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga membalas cuitan @pebriaann yang membahas cuitan awalnya tentang impor, “Seandainya Bapak kelak diberi tanggungjawab memimpin negeri ini, tolong batasi impor ya Pak, supaya petani dalam negeri sejahtera, aamiin”.

Dari cuitan tersebut, @prabowo membalas, “Rakyat kita ratusan juta orang dan pekerja keras. Negara kita luasnya sebesar Eropa. Pesan orang tua pun jadilah bangsa yang berdikari. Harusnya mampu swasembada pangan,”

Melihat banyaknya sumbangan yang diberikan rakyat, serta cuitan netizen di media sosial yang ditujukan langsung kepada Prabowo, menunjukkan bentuk dukungan langsung yang diberikan rakyat.

Bisa dibilang kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi pada Pilpres 2014. Pada Pilpres 2014 lalu, rakyat antusias menyumbang pada Jokowi. Namun, pada Pilpres 2019 kondisi sebaliknya, rakyat berbondong-bondong menyumbang pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi.

Seperti diketahui, penggalangan dana oleh Prabowo secara formal telah ia umumkan sejak Juni lalu atau satu bulan sebelum pendaftaran Capres-Cawapres. Melalui akun Facebook resmi milik Partai Gerindra, Prabowo menyebutkan penggalangan dana ini sebagai cara untuk menjaring langsung dana dari rakyat.

“Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung, dari pendukung-pendukung saya, dan pendukung-pendukung Gerindra. Saya namakan @GalangPerjuangan”, sebut Prabowo kala itu.

Selain itu, pada Kamis, 22 November 2018, Prabowo berorasi di hadapan para relawan di Istora. Prabowo meminta sumbangan dana kampanye kepada para relawan yang harus dalam acara pembekalan relawan di Istora Senayan.

“Kemudian tolong terpaksa aku minta bantuan dari kalian semua. Karena kita kekurangan dana perjuangan. Kami minta kerelaan yang mau bantu Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10.000, Rp 20.000. Berapa pun,” kata Prabowo di hadapan 3.000 relawannya saat berpidato di Pembekalan Relawan Prabowo-Sandi.

Partai-partai di Koalisi Adil Makmur, yang mengusung Prabowo-Sandi, bukan partai yang memiliki sumber pendanaan berlimpah. Sehingga bantuan sumbangan dari pendukung sangat dibutuhkan untuk membantu dana pemenangan yang masih miskin alias serba kekurangan. Untuk itu, Prabowo sudah meminjam dana ke bank-bank BUMN, namun permintaan ditolak.

Bentuk sumbangan juga diterima oleh cawapres nomor urut dua, Sandiaga Uno. Ketika Sandi melakukan kunjungan di sejumlah daerah, seperti Surabaya, Brebes, dan sejumlah daerah lain, masyarakat juga kerap memberikan sumbangan berbentuk dana tunai. Terlihat dari unggahan Sandi di akun media sosial yang dimilikinya.

Gerakan sumbangan rakyat untuk Prabowo-Sandi, dinilai memiliki pesan penting soal dukungan rakyat yang tercermin begitu antusias menyumbang. Hasil dari menggalang sumbangan kampanye secara terbuka dari masyarakat, Prabowo-Sandi sudah mengantungi lebih dari Rp 2 miliar, tepatnya Rp 2.489.591.469 per tanggal 29 November 2018.

Sementara dari laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN), dalam dua bulan masa kampanye, sejak 23 September hingga 27 November 2018, penerimaan dana kampanye BPN pasangan Prabowo-Sandi, mencapai Rp 41,9 miliar.

[Oleh : Sudaryono. Penulis adalah pebisnis dan politisi. Tulusan ini sudah dipublikasikan di akun medsos pribadinya]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com