BA’DA SHOLAT maghrib di masjid dekat rumah tadi, sesi kultum diisi dengan kesaksian salah seorang imam masjid yang ikut hadir dalam Reuni 212 hari ini.

Beliau bersama keluarganya booking sebuah kamar Hotel di Jl. Sabang agar bisa mengikuti rangkaian acara Reuni 212 yang dimulai sejak pukul 03.00 dini hari. Yang beliau rasakan saat menginap di hotel mirip² seperti suasana saat umroh di tanah Haram.

Reuni Kedua 212

Ketika beliau keluar kamar hotel dan menuju lobby, yang disaksikannya adalah banyak tamu hotel yang berbusana muslim/ah. Dan mereka semua ternyata juga akan mengikuti Reuni Aksi 212 di Monas.

Sekitar jam 2 malam beliau dan keluarga keluar hotel untuk mengikuti Qiyamul Lail berjamaah. Yang luar biasa, sepanjang jalan menuju Monas, sudah banyak orang² dari posko yang menawarkan sekedar minum kopi atau bahkan sarapan.

Malam itu banyak sekali kebaikan yang ia temukan menjelang Reuni 212. Suasana Qiyamul Lailpun demikian khusyuk dan membuat beliau tak dapat menahan tangisnya karena teringat suasana ketika umroh di Masjid Nabawi ataupun Masjidil Haram.

Yang tak kalah membuatnya terpana adalah, ketika ia ikut antrian orang yang ingin buang air di toilet hingga puluhan bahkan ratusan meter. Namun semua berdiri tertib, tak ada yang merasa ingin didahulukan.

Demikian pula saat ada yang membagi²kan makanan. Tak ada cerita orang yang berebut untuk mendapatkan makanan, yang ada orang saling berlomba memberikan makanan apa yang ia miliki kepada orang lain.

Puncaknya adalah, berkumpulnya jutaan massa di kawasan Monas dan sekitarnya tanpa menimbulkan huru hara sebagaimana yang dikhawatirkan.

Sampai kepada kesimpulan, bahwa ketika semua berkumpul karena panggilan hati dan iman maka segalanya jadi mungkin. Yang dikhawatirkanpun seketika sirna.

‘Penyakit’ ummat Islam yang paling ditakutkan bernama ‘Persatuan’ itupun mendadak seperti tak pernah ada ketika hati² ummat terpaut satu sama lain untuk memperjuangkan hal yang sama, yakni semangat pembelaan terhadap Kalimat Allah serta perubahan dan perbaikan negeri demi kemaslahatan ummat. (*)


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com