REUNI 212 telah menjadi buah bibir tidak hanya di Indonesia, tetapi juga warga dunia. Jantung Ibu Kota bisa disulap menjadi lautan manusia. Jutaan orang berkumpul di sana. Sebuah pemandangan langka dalam sejarah Bangsa.

Reuni 212 mengajarkan kita tentang kebersamaan. Saling bergandengan tangan meski tak tahu dari mana mereka berdatangan. Saling mengingatkan agar menjaga kebersihan, saling berbagi makanan, saling menjaga kesehatan.

212, Bikin Saya Terharu

Reuni 212 mengajarkan kita tentang kedamaian. Banyaknya massa tak membuat mereka beringas. Hati mereka tetap teduh meski seharian ditemani cuaca panas. Lisan mereka terjaga. Tak ada aksi hujat dan caci maki. Inilah potret Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Reuni 212 mengajarkan kita tentang kerukunan. Tidak menebar ketakukan kepada pihak yang berbeda keyakinan. Tidak membuat aparat keamanan bertugas kewalahan. Tidak membuat tukang sapu taman kerepotan. Kerjasama dan gotong royong secara kasat mata dapat kita saksikan.

Reuni 212 adalah bukti nyata pengamalan ajaran Pancasila. Mereka tidak sekadar memuliakan agama, tetapi juga mencintai negara dan menghormati pihak yang berbeda. Mereka adalah aset berharga bagi Bangsa Indonesia.

Reuni 212 sudah kadung menjadi sejarah yang tercipta. Meskipun minim publikasi dari media massa, tetapi semua mata melihat bahwa gelombang manusia itu benar-benar ada. Gerakan 212 bukan hanya kisah bagi kita, tetapi juga menjadi warisan cerita bagi anak-anak kita.

Hormat saya kepada seluruh peserta Reuni 212 dimana pun berada. Terima kasih sudah peduli kepada agama. Terima kasih sudah peduli kepada negara. Terima kasih sudah peduli kepada sesama. Semoga kelak Bangsa ini tumbuh menjadi Bangsa yang berdaulat, adil dan makmur.

Jangan pernah berhenti mencintai Indonesia. Jangan pernah berhenti mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Dan jangan pernah berhenti menjaga Bhineka Tunggal Ika. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua.

Gerakan 212 adalah wajah asli Indonesia.

Salam Indonesia Raya…!

[Oleh : Edhy Prabowo, Ketua Fraksi Gerindra DPR RI]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com