BERDASARKAN DATA Home Location Register (HRL)-Identified Circuit Card Identifier (ICCID) atau database pusat nomor registrasi manufaktur SIM card dan IMEI, tercatat ada 35 juta pengguna di kawasan acara Reuni 212. Kawasan itu mencakup Bank Indonesia, Wisma Antara, Harmoni, Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Istana Negara, dan sejumlah kompleks kementerian.

Area itu didukung 875 Base Transceiver Station (BTS) luar ruangan dan 234 BTW dalam ruangan. Lalu dipilah lagi, sebab ada HLR-ICCID yang on air dalam satu IMEI atau dua IMEI dalam satu device. Ini berarti satu ponsel dua SIM card.

Keluarga Keturunan Pendiri NU Beri Dukungan, Prabowo-Sandi Optimistis Menangi Pilpres

Penelusuran lebih rinci, ada 6,85 juta ponsel dengan SIM card tunggal dan 5,27 juta yang dual SIM card.

Setelah diurai lagi, ada 725 ribu telepon seluler yang terdaftar dalam jaringan Kementerian Pertahanan, Tentara Nasional Indonesia, dan Kepolisian Republik Indonesia. Berarti ini ponsel milik aparat keamanan yang berseragam maupun yang berpakaian sipil seperti umat peserta.

Dikurangi ponsel milik aparat, dan dengan asumsi sebagian peserta membawa dua hape dan juga dual SIM Card, maka diperkirakan jumlah yang hadir sekitar 6 juta orang atau setara dua kali jumlah jamaah haji yang berkumpul di Arafah.

Jika 6 juta orang ini rata-rata berkabar dan berkirim foto/video kepada (hanya) 20 orang keluarga dan sahabat sehaluannya via whatsapp dan medsos maka informasi terdistribusikan kepada 120 juta orang.

Atas asumsi ini, Prabowo mengolahnya sebagai potensi besar dukungan yang harus dikonsolidasikan. Maka kebetulan ada alasannya, media pemberitaan (terutama televisi) diposisikan sebagai pihak yang berkonspirasi dengan kubu lawan, pihak yang harus dianggap ancaman. Singkatnya: Jangan lagi percaya berita televisi dan media cetak maupun online yang menjadi jaringannya. Selanjutnya interaksi informasi secara sistematik dibangun melalui medsos dan whatsapp serta sejenisnya.

Prabowo akan terus membombardir dengan berbagai isu maupun kelakuan yang membuat lawan dan pendukungnya terseret adu omong kesana-kemari dipermainkan bola liar isu yang dilempar Prabowo.

Sementara perhatian teralihkan, Sandiaga Uno bergerak lintas batas merangkul dukungan swing voters dan kalangan muda rasional, serta menembus banyak basis Jokowi-Ma’ruf.

Dan masih ditambah sejumlah strategi dan taktik gerilya politik lainnya.

Besar kemungkinan Prabowo-Sandi akan memenangkan Pilpres dengan raihan 57 persen hingga 60 persen suara pemilih.

[Oleh: Tim Riset Zid Analytics]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com