SALAH SATU pilar utama Demokrasi adalah adanya multi partai politik dalam satu negara. Negara indonesia dengan masyarakat yang sangat majemuk sangat logis bila jumlah parpol begitu banyak, dan masyarakat yang terlibat di parpol benar benar memanfaatkan ruang kebebasan berserikat untuk memperjuangkan cita cita politik dalam sebuah negara demokrasi.

Kritik yang sering dimunculkan adalah mereka lebih menikmati kebebasan akan tetapi menyepelekan kualitas dan substansi demokrasi. Salah satunya adalah untuk menjaring wakil rakyat yang benar benar berkualitas, baik sebagai eksekutif, untuk memajukan bangsa dan memakmurkan rakyat. Bila kita cermati dan menilai proses dan hasil pilkada maupun pemilu yang berlangsung selama ini tidak menghasilkan pemerintah yang dijanjikan dan yang diharapkan rakyat.

Ryanti Suryawan, penulis.

Yang tidak kalah bahayanya adalah kegagalan parpol untuk melahirkan dan menjadikannya kader kader yang berkualitas untuk mensukseskan agenda demokratisasi serta pemerintahan yang bagus, problem ini sangat serius dan mesti menjadi perhatian jajaran partai. Jadi jangan ada anggapan bila Parpol gagal dalam meloloskan calon anggota dewan.



Ada tiga fungsi anggota legislatif. Yaitu fungsi mmbuat undang-undang (legislatif) fungsi membuat anggaran (budget) serta fungsi pengawasan. Dan tentu fungsi dan wewenang anggota dewan inilah yang harus dipahami dan dimengerti oleh calon anggota dewan.

Ampun Deh, Pidato Prabowo soal Pancasila pun Digoreng Media

Logikanya sederhana, jika tidak mengetahui fungsi dan wewenang. Lalu bagaimana mereka akan mampu untuk bekerja. Jadi jangan sampai ketika sudah duduk di legislatif tdk pernah paham apa itu fungsi dan wewenang dari seorang anggota dewan.

Di sinilah tentunya kualitas dari calon anggota dewan perlu penyaringan sekiranya mampu atau tidak untuk memenuhi syarat sebagai calon anggota dewan. Jadi bukan hanya bermodalkan popularitas tanpa ada kontribusi yang signifikan

Parpol dan Demokrasi di Indonesia adalah dua kata yang tidak dapat dipisahkan di Negara manapun dan Indonesia menganut
sistem demokrasi  pancasila, yaitu demokrasi yang berdasarkan pada asas-asas pancasila

Pelaksanaan demokrasi di Indonesia dari masa ke masa tidaklah sama, mengingat undang-undang dasar yang berlaku pun berganti-ganti. Pergantian undang-undang dasar menyebabkan pergantian sistem pemerintahan. Indonesia telah menganut sistem demokrasi sejak merdeka sampai saat ini.

Dimulai dari demokrasi terpimpin pada masa jabatan Soekarno, demokrasi pancasila yang digunakan Soeharto selama puluhan tahun menjabat menjadi presiden, hingga demokrasi sesungguhnya yang mulai berjalan setelah masa jabatan Soeharto berakhir pada tahun 1998 yang ditandai oleh adanya pemilu daerah maupun presiden yang dapat diikuti oleh rakyat secara serentak dan adil.

Demokrasi yang akan berlangsung serentak dalam Pemilihan Umum atau yang kita sebut sebagai pemungutan suara untuk memilih Presiden dan Anggota DPR / DPRD adalah fefleksi dalam kedaulatan rakyat dan ini juga dapat kita sebut atau didiskripsikan sebagai pesta Demokrasi.

Untuk itu, implementasi kedaulatan rakyat ini harus diwujudkan dalam suasana suka ria, serta kebebasan berpendapat dalam memilih calon Pemimpin adalah hak setiap warga dan harapan agar pesta demokrasi ini dapat terlaksana dengan baik dan jujur dengan terlibatnya semua elemen masyarakat dan ini diharapkan mampu mewujudkan suasana yang kondusif.

Walaupun setiap pemilu baik itu pemilihan Presiden atau pemilihan anggota legisllatif akan selalu menghadirkan konsekwensi berbeda pilihan, akan tetapi walaupun berbeda pilihan masyarakat diharapkan untuk selalu menjaga kondusivitas agar tercipta Demokarsi yang nyaman dan damai.

Ada hal lain yang lebih penting yaitu terlibatnya para caleg untuk melakukan konsolidasi dan melakukan pemetaan basis suara, membaca kekuatan lawan, membentuk tim pemenangan, menyusun program program yang akan ditawarkan kepada didapil masing masing dan jangan lupa untuk memghitung kebutuhan logistik yang sekiranya dibutuhkan.

Dan dengan aneka kegiatan ini tentu diharpakn dapat membantu kondusivitas disetiap daerah pemilihan. Agar tercipta pesta demokrasi tang lebih bermartabat
Dan semoga Demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan seluruh bangsa Indonesia ,

SALAM INDONESIA RAYA
MERAH PUTIH!!!

[Oleh : Ryanti Suryawan, Ketua Badan Pemenangan Adil Makmur Kota Bogor, Ketua DPD Gardu Prabowo Jawa Barat, Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com