ANTARA KUBU Jokowi tidak ada hubungan asmara, yang ada hubungan “pelacuran” atau take and give, yaitu “pelacuran politik” itu lebih berbahaya karena menularkan virus-virus HIV politik yang dapat melumpuhkan demokrasi dan hak azasi manusia.

Virus HIV Politik tersebut mulai ditularkan oleh si pembawa virus yaitu Jokowi sendiri sejak 2014 yang lalu dan masa inkubasi virus tsb semakin ganas pada tahun 2018-2019.

Saatnya, Kita Akhiri Politik Kebohongan

Sehingga banyak oknum politisi, oknum elite politik dan oknum petinggi serta oknum pejabat negara bahkan sampai ke masyarakat kelas menengah ke bawah, oknum aparatur negara pun sudah terjangkit virus HIV politik dari Jokowi.

Untuk membasmi virus HIV Politik yang ditularkan oleh Jokowi dan Jokowers tersebut mau tidak mau harus dilakukan amputasi politik dengan melakukan “bedah revolusi pembaharuan” 2019 Ganti Presiden.

Bila tidak, maka generasi muda indonesia akan terjangkit virus HIV Politik yang dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara serta dapat terjadi disintegrasi kedaulatan NKRI.

Hal ini potensial bisa terjadi, karena lemahnya daya tahan, dan daya juang generasi muda indonesia dalam mempertahankan NKRI.

[Oleh : Nicholay Aprilindo, Pemerhati Polhukam. Tulisan ini juga dipublikasikan di media Opiniindonesia.com]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com