BANYAK YANG nanya, kenapa Denny JA belakangan ini kok jadi kayak orang oon. Rajin buat meme? Simpel kok. Denny belum dapat order dari Jokowi. Dia sedang cari muka.

Ini modus lama Denny. Seorang teman bercerita, Denny baru dapat proyek program deradikalisasi dari sebuah instansi pemerintah. Kebetulan bos di lembaga pemerintah itu sama-sama genk Palembang. Wong kito._l Proyeknya gak segede proyek pilpres.

Survei yang Gagal

Tapi namanya juga Denny, sekecil apapun peluang, dia manfaatkan. Dia gunakan proyek ini sebagai pintu masuk untuk mengejar Jokowi. Dia mencium harumnya miliaran rupiah yang telah dinikmati sejumlah lembaga survei yang lebih dahulu dikontrak Jokowi.

Lembaga-lembaga survei seperti SMRC, Indobarometer, Litbang Kompas dll, sudah lebih dulu dikontrak oleh tim pemenangan Jokowi. Tugasnya memetakan dukungan, sekaligus membangun publik opini.

Mereka ini sangat rajin mengumumkan hasil surveinya. Belakangan ketika elektabilitas Jokowi terus menurun, mereka mulai berpikir panjang untuk mempublikasikannya. Mengumumkan survei salah, karena terpaksa memanipulasi data. Gak mengumumkan juga salah, karena gak memenuhi oder.

Disitulah Denny yang jeli mengendus kemana dolar mengalir, melihat peluang. Dia setiap hari memproduksi meme karena murah meriah. Gak perlu keluar dana survei, dan turun ke lapangan. Dia mau menunjukkan kepada Jokowi. “Hanya saya yang berani pasang badan.” Lembaga survei lain pada kemana. Sembunyi.

Proyek Jokowi ini dikejar habis, karena dia gagal mendapatkan proyek dari Prabowo. Foto-foto lama yang beredar, termasuk pernah muncul di tribun.com, Denny sedang salam komando dengan Prabowo.

Dia kejar habis Prabowo tak lama setelah Pilkada DKI. Gagal memenangkan pasangan Agus-Silvy, Denny segera banting stir mendekati Anies-Sandi. Denny bersedia gak dibayar, yang penting bisa klaim kemenangan Anies-Sandi. Tambah lagi deh rekor “kemenangannya.” Tinggal kontak MURI. Modal ini jadi jualan kemana-mana.

Setelah Anies-Sandi menang, ini jadi modal Denny kejar Prabowo. Dia bolak-balik wora-wiri ke Hambalang, dan Jalan Kartanegara, rumah Prabowo. Dia tempel habis orang-orang dekat Prabowo. Dia puji habis Prabowo sebagai pemimpin yang paling pantas memimpin Indonesia.

Silakan cek orang-orang dekat Prabowo. Mudah-mudahan mereka mau mengaku. Kalau Denny pasti gak mau ngaku. Tapi jejak digitalnya gampang kok ditemukan. Model Denny kalau sudah punya mau memang begitu. Tempel habis, jilat habis.

Di medsos beredar info Denny menawarkan proyek senilai US$ 3 juta ke Prabowo. Proyek itu untuk pilkada serentak. Prabowo tolak, Denny mulai banting stir. Dia beruntung karena dikontrak Airlangga Hartarto. Dia baru terpilih sebagai Ketum Golkar.

Targetnya mendongkrak elektabilitas Golkar dan menjadikan Airlangga sebagai cawapres Jokowi. Proyeknya berwujud dalam program salam empat jari. Airlangga gagal jadi cawapres, elektabilitas Golkar juga jeblok. Proyek Denny berakhir.

Sekarang Denny sedang cari muka ke Jokowi. Dia banjiri medsos dan group WA dengan meme. Tiada hari, tanpa meme. Apa saja bisa dibuat meme oleh Denny. Prabowo memberikan selamat ke Anies Baswedan, karena Persija menang, dia buat meme Prabowo akan kehilangan suara di Jabar. Bobotoh Persib marah. Masih banyak meme dungu lainnya yang dia buat.

Diusir dari group WA, dia gak peduli. Fokus utamanya mendapatkan proyek dari Jokowi. Proyek dari Jokowi ini akan jadi proyek surveinya yang terakhir. Setelah ini mau ganti profesi sebagai tenaga meme profesional.

Setelah merasa jadi pelopor ‘puisi esai,” Denny sekarang sedang mengejar status baru sebagai Bapak Meme Indonesia.

[Oleh : Nasrudin Joha. Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com