BEBERAPA HARI lalu, bu Habibah memasang spanduk dukungan kepada Prabowo-Sandi di pagar depan rumahnya di bilangan Gajah Mungkur, Semarang.

Bu Habibah adalah istri dari Profesor Dr. dr. Muhammad Amanullah, Sp BS, seorang dokter spesialis bedah saraf terkemuka di Semarang. Ia dikenal sebagai aktifis pendidikan.

Fungsi Ibu



Pasangan dermawan tersebut telah menghibahkan satu rumahnya di tengah kota untuk dipakai sebagai lokasi sekolah. Sudah ribuan murid lulus dari TPA Habibah yg selain mengajarkan membaca Qur’an, juga kegiatan drumb band, dan berbagai aktifitas positif anak2 lainnya.

Tak lama setelah spanduk dipasang, Satpol PP kota Semarang merazia spanduk milik bu Habibah. Ketika ia mengetahui pencopotan properti miliknya itu, dikejarlah rombongan satpol PP tersebut.

Bu Habibah lalu mengajukan protes, tapi tak ditanggapi. Ia lalu mendatangi ke KPU dan Bawaslu kota untuk mengajukan protes.

Selang beberapa hari, karena merasa protesnya tidak dihiraukan, bu Habibah lalu memasang 2 baliho besar di depan rumahnya. Dan sejak pagi tadi sampai siang hari, bu Habibah berdiri di pinggir jalan sambil mengacungkan 2 jari ke arah pengendara kendaraan yg lewat.

Aksi heroik bu Habibah ini kini menjadi viral di whatsApp group dan medsos lainnya. Karena yg dijaga bu Habibah bukanlah spanduk secara fisik, tapi hak-haknya sebagai warga negara yang merdeka.

Jadi jangan heran jika aksi tersebut menjadi inspirasi bagi rakyat yg tahu hak-haknya dalam menyuarakan pilihan politiknya.

Dan jangan kaget jika peristiwa hari ini akan memicu munculnya Habibah-habibah lainnya di seluruh pelosok Indonesia.

MERDEKA…


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com