ELEKTABILITAS PRABOWO – Sandi bisa naik jika SBY turun gunung tahun depan dan aktif mengkampanyekan Prabowo-Sandi, sekaligus tetap konsentrasi pada Pemilu Legislatif untuk menaikkan suara Demokrat.

Perlu kerja keras dari tim koalisi Prabowo-Sandi 2019 di daerah : Papua, NTT, Bali, Jawa Timur, dan paling berat di Jawa Tengah. Pada pemilu 2014, Jawa tengah dan Jawa Timur adalah titik lemah suara Prabowo.

Terkepung, Jokowi Makin Sulit untuk Menang

Fokus SBY untuk meningkatkan tingkat keterpilihan Prabowo-Sandi bisa dilakukan di Jawa Timur, terutama di wilayah ‘mataraman’, seperti Blitar, pacitan, Madiun dan Malang. SBY masih dianggap figur penting dan berpengaruh di kantong suara Jokowi-Mahruf Amin ini.

Untuk Jawa Tengah basis suara Jokowi-Mahruf Amin bisa diimbangi pasangan Prabowo-Sandi dengan pendirian markas baru BPN di Solo.

Dua lokasi alternatif adalah di kediaman Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso (kawasan Kampung Baru) atau dekat kediaman Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari.

Bagaimana pun, tidak ada titik mundur, di 2019 SBY harus ‘all out’ dukung Prabowo-Sandi. Kemenangan akan menjadi ruang yang kondusif bagi AHY di 2024.

SBY punya kompetensi dan kapabilitas yang mumpuni. Dua kali menang dalam pertempuran pilpres (2004 & 2009) adalah fakta politiknya. Bahkan di Pemilu 2009, SBY dengan Partai Demokrat pernah menjadi pemenang dengan 148 kursi atau hampir mendapat 30 persen suara di DPR.

Sebagai sekutu koalisi merah-putih, potensi SBY tidak perlu diragukan lagi. Pasca-perusakan atribut Demokrat di Pekanbaru beberapa waktu lalu, SBY bisa melakukan konsolidasi dengan Gerindra dan mitra koalisi lainnya untuk strategi pemenangan pilpres 2019.

Kemenangan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi adalah kemenangan SBY dan Demokrat, dan partai pengusung lainnya. SBY juga bisa tetap mengeluarkan instruksi resmi kepada semua kadernya di daerah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandi.

Old soldiers never dies…. (*)

[Oleh : Igor Dirgantara. Penulis adalah Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN)]

(*) Untuk membaca tulisan Igor Dirgantara yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com