KAU YANG mulai kau yang mengakhiri, kau yang ide kan baca Qur’an kau pula yang batalkan. Semakin jelas, semua jualan yang terkait ‘atribut keislaman’ sejatinya hanya dan dikhususkan untuk menangguk elektabilitas.

Bukan atas kesadaran aspirasi Islam, apalagi ingin menerapkan Islam. Topeng itu dibuka sendiri oleh rezim. Bahwa rezim represif dan anti Islam, tidak bisa ditutupi dengan bacaan Qur’an, ditutupi video dan Imam sholat, poto lagi kunjungan Kiyai, puasa Senin Kamis, akting menggunakan kopiah dan sarung.

Karena, sejatinya rezim ini memang represif dan anti Islam. Umat Islam hanya didekati suaranya, umat Islam hanya dieksploitasi secara politik. Tapi aspirasi keislaman, keinginan umat kembali kepada Islam sudah pasti dikesampingkan.



Tes Baca Qur’an Capres?

Rezim tak memerlukan citra dan kampanye untuk meyakinkan pemilih dari Parte kebo. Dari group PROJO. Tapi Rezim pasti berkeringat untuk memperoleh dukungan suara umat Islam. Kenapa ? Karena suara umat Islam adalah kunci kemenangan.

Lantas apa pesan pentingnya bagi umat Islam ? Jangan tertipu. Untuk melihat rezim apakah pro atau justru kontra terhadap aspirasi Islam lihatlah kebijakan rezim terkait kriminalisasi ulama, persekusi pengajian, kriminalisasi simbol dan ajaran Islam. Lihat pula kebijakan rezim yang membubarkan ormas Islam dan ‘mendukung’ kebangkitan komunisme PKI.

Coba perhatikan, siapa yang sibuk membela PKI ketika terjadi razia atribut dan buku-buku PKI oleh TNI ? Siapa yang sibuk membentuk simposium nasional untuk melakukan rekonsiliasi nasional PKI ? Siapa yang usulkan PKI sebagai korban HAM ? Siapa, siapa, siapa ?

Jadi wahai umat, janganlah kalian yang diwarisi Al Qur’an dapat dibodohi para pendengki Islam. Janganlah hanya Karena sosok Wapres Kiyai, kalian menutup mata pada kebijakan rezim* yang zalim.

Ketahuilah ! Kezaliman rezim ini akan terus dipertahankan bahkan lebih dahsyat lagi. Kebencian rezim di dada rezim lebih besar ketimbang apa yang nampak pada mulut-mulut rezim.

Kalian tidak boleh, mewariskan negeri ini dalam keadaan rusak binasa dibawah kendali rezim. Lantas, apa argumen kalian kepada anak cucu dan generasi Islam sesudah kalian, ketika mereka mendakwa kalian dengan warisan rezim yang represif dan anti Islam ?_l

Wahai para ksatria, para punggawa perubahan, muntahkanlah amunisi agitasi agar umat menjauh dari rezim ini. Perhatikanlah, jangan sedikitpun beri celah kepada rezim untuk mendekati umat, kemudian rezim menipu umat berulang-ulang.

Sekali lagi, bersumpahlah !

Bersumpahlah, kalian tidak akan pernah rehat sebelum rezim represif dan anti Islam ini dijauhkan dari umat. Sebelum rezim penipu ini tumbang dan tak lagi memegang kendali kekuasaan. Bersatulah, Allahu Akbar ! (*)

[Oleh : Nasrudin Joha. Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik]

(*) Untuk membaca tulisan Nasrudin Joha yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com