MENJELANG PENUTUPAN tahun 2018, ada pemandangan yang menggembirakan bagi saya saat Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengunjungi Ambon, Maluku. Video viral kehadiran Prabowo di Ambon ramai menjadi perbincangan dunia maya, di Facebook, Twitter dan Instagram, bagaimana antusiasme masyarakat Kota Ambon menyambut kehadiran Prabowo.

Sungguh terharu dan membuat saya menangis melihat video yang sudah ditonton lebih dari 40 ribu orang. Saya pun terharu akan dukungan rakyat terhadap Prabowo sungguh besar dan bagaimana Prabowo bisa menyatukan masyarakat yang berbeda keyakinan.

Sudaryono, penulis.

Di Ambon, rakyat yang mendengar Capres idolanya datang, terlihat berbondong-bondong, berlarian di jalanan, berhamburan dari dalam rumah mereka, muncul dari gang-gang, dan keluar dari pertokoan di pusat kota. Setahu saya, ini adalah pertama kalinya dalam sejarah di Ambon masyarakat berbondong-bondong turun ke jalan.

Ada sekitar 50 ribu orang yang meneriakkan nama Prabowo dan “dua”, serta memberikan salam dua jari, khas Prabowo-Sandi. Mereka juga berebutan untuk bersalaman dan melambaikan tangan. Takbir Allahu Akbar menggema di sepanjang Jalan AY Patty, Jalan Sam Ratulangi, Jalan AM Sangaji, Pelabuhan Kapal hingga Tugu Trikora, serta sepanjang Jalan Sultan Babullah yang membuat saya benar-benar merinding.

Prabowo Subianto Akhirnya Menjadi “New Hope” Rakyat Indonesia.

Saat itu, mendengar Prabowo akan shalat Jumat di Masjid Al Fatah Ambon, masyarakat ramai mengunjungi masjid agar bisa bertemu dan berjabat tangan. Bahkan, saya rakyat Ambon sudah berkumpul sejak jam 08.00 WIT di Masjid, padahal Shalat Jumat itu siang hari.

Yang membuat saya takjub, warga yang datang melaksanakan shalat Jumat mencapai 13 ribu jamaah, padahal kapasitas masjid hanya 10 ribu jamaah, sehingga banyak yang shalat di halaman masjid dan jalan. Sontak, suasana ini layaknya Shalat Ied di Hari Raya Idul Fitri.

Ambon menjadi rangkaian safari politik Prabowo. Selain menghadiri Perayaan Natal oleh Kader Gerindra dan melakukan konsolidasi dengan parpol pendukungnya, Prabowo juga bertemu dua pimpinan lembaga agama. Prabowo bertemu dengan pimpinan Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM).

Pada saat itu, Prabowo mengatakan kehadirannya untuk silaturahmi sebagai bagian dari komitmennya menyambut pesta demokrasi sekaligus menciptakan demokrasi yang sejuk sehingga dapat mempersatukan dan tidak memecah-belah bangsa. GPM memiliki peranan penting dalam membangun keberagaman, kerukunan umat beragama dan persaudaraan di Maluku dan saat ini menjadi contoh di tanah air.

GPM memainkan peranan penting dalam mewujudkan Bhinneka Tunggal Ika. Perbedaan atas keberagaman di Indonesia dapat menjadi kekuatan besar jika semua elemen bangsa bersatu-padu menyelesaikan masalah secara bersama.

Prabowo juga mengunjungi pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maluku dan Imam Masjid Besar Al Fatah Ambon. Saat bertemu pemuka agama, Prabowo meminta doa restu untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Prabowo juga mengajak pemuka agama menjaga situasi Kamtibmas, serta membangun persatuan dan kesatuan bangsa.

Prabowo juga sempat menyampaikan beberapa hal terkait kesejahteraan rakyat Indonesia yang tidak berbanding lurus dengan kekayaan alam yang dimiliki. Ketimpangan sangat parah karena selama ini hanya segelintir orang saja yang memiliki kekayaan, yakni hanya 1 persen.

Prabowo juga prihatin dengan kondisi perekonomian rakyat yang semakin melemah di rezim ini, padahal seharusnya rakyat Indonesia tidak sengsara di negeri sendiri. Menurutnya, Indonesia bisa berubah menjadi lebih baik dan makmur jika para elit dan pemimpin di negeri ini mau peduli terhadap masa depan bangsa. Untuk itu, jika terpilih ia akan merekrut putra-putri terbaik bangsa untuk dilibatkan memperbaiki kondisi ketimpangan di Indonesia.

Kembali lagi dengn massa yang begitu membludak menyambut kehadiran Prabowo di Ambon, terbersit pertanyaan dalam hati saya, siapakah yang menggerakkan mereka? Apakah ada tokoh yang menyuruh mereka? Karena memang setahu saya tidak ada panitianya. Selain itu, tidak banyak media mainstream yang mau mewartakan bahwa Prabowo akan hadir di Ambon.

Tetapi mereka datang karena hati nurani sendiri yang tidak terbeli oleh pembagian sembako ataupun amplop. Ambon bukanlah boneka yang bisa didikte. Bagi yang tahu watak orang Ambon, pasti paham “Ambon kalau sudah suka, nyawa pun diserahkannya”.

Menjelang akhir tahun, Kota Ambon menjadi saksi bersatunya Persatuan Indonesia, tidak ada perbedaan antarkeyakinan dan agama. Mereka bersatu-padu mendukung Prabowo. Harapan mereka sama, yakni masyarakat adil dan makmur, nan jaya sejahtera.

Rakyat membutuhkan sosok pemimpin baru yang bisa membawa bangsa menjadi Adil Makmur. Mereka butuh pemimpin yang jujur dan amanah. Rakyat melihat pemerintahan saat ini dinilai gagal memenuhi janji-janjinya sehingga rakyat pun beralih. Pemerintah, dalam hal ini presiden banyak melakukan pencitraan. Rakyat sudah rindu dengan pimpinan pemersatu, yang dapat menyatukan semua perbedaan di negeri ini yang memiliki keberagaman suku, etnis daerah maupun agama.

Melihat massa yang begitu ramai, saya sangat meyakini Prabowo-Sandi bakal menang mutlak di Ambon, Maluku. Tidak hanya di Ambon, di setiap tempat yang dikunjungi Prabowo, masyarakat selalu tumpah ruah dan sangat antusias. Sungguh bangga dengan Prabowo, masih menjadi Capres saja sudah menjadi magnet pemersatu bangsa.

Yakin, di bawah kepemimpinan Prabowo, Indonesia akan jaya, bersatu dan berdaulat. Di awal tahun ini, saya berharap semoga keinginan besar masyarakat Indonesia terwujud. Di tangan Prabowo-Sandi, Indonesia bakal kembali menjadi Macan Asia. Make Indonesia Great Again! (*)

[Oleh : Sudaryono. Penulis adalah pebisnis dan politisi. Tulisan ini sudah dipublikasikan di akun medsos pribadinya]

(*) Untuk membaca tulisan Sudaryono yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com