Kasihan betul nasibmu pak dieksploitasi media seakan dirimu hebat dan layak untuk diberitakan.

Sampai wartawan pun kehabisan ide untuk menulis, akhirnya yg dimunculkan informasi recehan yg tidak penting.

Di media-media konglomerat yang pro penguasa yang menjadi isu sentralnya adalah pemerintah dan korporasi mereka, isu rakyat diabaikan dan nyaris tak terdengar. Bahkan kalaupun ada, isunya sengaja diredam.

Media massa menjadi media internalnya pemerintah dan korporasi yang dimiliki para konglomerat.

Saya pernah menguji skripsi mahasiswa yang topiknya membahas tentang strategi humas perusahaan milik salah seorang konglomerat pemilik media. Hampir semua program perusahaan tersebut dipublikasikan di media-media miliknya sendiri.

Ya jelas semua beritanya positif, isu-isu negatif malah dengan sengaja ditutupi. Lantas siapa yang berperan dalam mengontrol praktik bisnis perusahaan? Perusahaan melakukan praktik bisnis tidak sehat pun malah ada kesan diproteksi.

Pages:Previous page 1 2 3Next page


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com