Bad news is a good news’ itu hanya berlaku bagi oposisi pemerintah dan perusahaan yg menjadi kompetitor perusahaan mereka. Sebaliknya buat mereka yang berlaku ‘It’s only good news’.

Bahkan para pengamat dan opinion maker sengaja dipilih atau bahkan diarahkan yg sejalan dengan mereka.

Ini sebuah fakta yang memilukan bahwa dunia komunikasi di Indonesia mengalami kemunduran. Humas dan wartawan sudah kehilangan marwahnya dan hanya bekerja sebagai ‘corporate slaves’.

Ketika para wakil rakyat tertidur pulas, mahasiswa dibungkam, media dikuasai, rakyat benar-benar berjuang sendiri utk bertahan hidup di negeri ini.

Turun gunungnya para ponggawa media dengan tulisan-tulisan kritis yang mencerahkan membangkitkan harapan publik. Dan semangat ini akan terus menggelinding seperti bola salju yang semakin membesar dan akan menghantam dengan dahsyat pada 17 April 2019 mendatang. (*)

[Oleh : Dian Anggraeni Umar. Penulis adalah praktisi komunikasi]

(*) Untuk membaca tulisan Dian Anggraeni Umar yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.

Pages:Previous page 1 2 3


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com