Asal 01, Bebas

Kembali kesoal Anies yang terancam pidana pemilu tiga tahun, KPU dan Bawaslu, dua lembaga dan penyelenggara serta pengawas pemilu yang harus independen dan netral, justru memperlihatkan warna asli mereka.

Dua lembaga KPU dan Bawaslu bukan sedang didegradasi kepercayaan, oposisi punya apa? Tapi, tampaknya ada kekuatan yang kuasa sedang memberi tanda-tanda pada kita.

Allah justru telah membukakan siapa mereka sesungguhnya. Sana seperti kasus penghinaan surat Al-Maidah ayat 51, Allah-lah yang berkehendak kita berkumpul di 212 tahun 2016. Allah pula yang menumbangkan kekuasaan.

Kembali ke soal keberpihakan KPU dan Bawaslu, kasat mata dan terang-benderang terlihat. Bahkan untuk tahu bahwa dua lembaga itu tidak netral dan tidak independen, kita tak perlu sekolah tinggi-tinggi. Tidak perlu juga ikut barisan oposisi, dan tidak perlu jadi politisi.

Pertanyaannya, mengapa Anies diancam dan terancam, sementara Luhut Binsar Panjaitan, Srimulyani (kasus penutupan acara IMF di Bali), Khofifah (Gubernur Jatim), Ridwal Kamil (Gubernur Jabar) dan banyak pejabat lainnya termasuk Bupati Cianjur yang akhirnya ditangkap KPK, melakukan hal yang sama, tapi kok dibiarkan saja? Jawabnya sesederhana di atas.

Pages:Previous page 1 2 3 4Next page


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com