DARI DULU kelakuan mereka selalu menzalimi rakyat dan oposisi. Dalam bidang hukum, secara telanjang mereka melanggar HAM dan tidak adil. Hukum tajam ke oposisi tapi tumpul ke kawan sendiri.

Kalau begitu bagaimana rakyat akan percaya pada rezim zalim ini? Bagaimana rakyat akan percaya pada semua perangkat yang berada di bawah kendali mereka?

Sudahlah, Kedzoliman Politiknya Terlalu Terang Benderang

Berdasarkan memori publik yang tidak mengenakkan ini, apakah rakyat tidak boleh tidak percaya pada KPU? Apakah kalau rakyat tidak percaya pada rezim dan perangkatnya lalu akan dikenai pasal subversif ala pemerintahan otoriter zaman lampau?

Satu hal sudah jelas bahwa kepercayaan tidak bisa dibeli. Tetapi dibangun atas rekam jejak kinerja masa lalu yang penuh keadilan kepada semua warga negara atas dasar sila kelima Pancasila.

Rakyat sudah telanjur tidak percaya. Tidak ada seorang pun yang ingin mendelegitimasi KPU dan pekerjaannya.

Tetapi rakyat dengan mudah mencari alasan berdasarkan pengalaman selama ini setelah menyaksikan kriminalisasi terhadap warga negara yang berseberangan secara politik.

Apakah rakyat salah kalau tidak percaya pada KPU? Maaf, rakyat hanya memberikan respon pada perbuatan dan kinerja rezim. Tak lebih tak kurang. . (*)

[Oleh : Buni Yani. Penulis adalah pendiri Simpul Buni Yani Center for Social Justice]

(*) Untuk membaca tulisan Buni Yani yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com