MENGAPA POSE dua jari Anies Baswedan begitu dipermasalahkan oleh Bawaslu? Dan sebaliknya pose satu jari Ridwan Kamil, Luhut Binsar Panjaitan, Sri Mulyani dan para pejabat publik lainnya tidak dipermasalahkan?

Letak perbedaanya pada ‘influence’ kemampuan mempengaruhi orang lain. Daya pengaruh personal Anies Baswedan sangat tinggi.

Sebaliknya Ridwan Kamil, LBP, Sri Mulyani daya pengaruhnya sangat rendah atau bahkan tidak memberikan efek apa-apa. Mereka mengacungkan satu jari meski dalam forum internasional dianggap biasa saja oleh publik.

Berbeda dengan Anies Baswedan begitu dia mengacungkan salam 2 jari, daya pengaruhnya luar biasa terhadap publik. Anies Baswedan menjadi endorser yang kuat bagi Prabowo Sandi.

Anies Memang Beda

Menurut Kenneth Blanchard, pakar Leadership dan Management, “The key to successful leadership today is to influence not authority”.
Kunci sukses dalam memimpin saat ini adalah kemampuan mempengaruhi bukan dengan otoritas.

Dan Anies Baswedan sudah memiliki leadership quality yang tinggi dalam memimpin, terbukti daya pengaruhnya kuat terhadap publik.

Semakin tinggi nilai personal brand seseorang maka semakin kuat pula pengaruhnya terhadap publiknya.

Berbeda dengan RK, LBP dan SM mereka memimpin dengan gaya lama ‘old fashion way’ mengedepankan otoritas.

Di jaman now memimpin dengan cara old fashion way akan ditinggalkan publiknya. Daya pengaruhnya rendah, malah cenderung menimbulkan resistensi dari publik. (*)

[Oleh : Dian Anggraeni Umar. Penulis adalah praktisi komunikasi]

(*) Untuk membaca tulisan Dian Anggraeni Umar yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com