Ibarat pertandingan sepakbola yang sudah memasuki menit-menit akhir, Jokowi kecolongan gol dan timnya ketinggalan. Jokowi panik dan kesulitan mengontrol timmya.

Posisi masih draw dan pertandingan memasuki 15 menit terakhir yang sangat menentukan. Meski masih seri tim Prabowo makin solid sedangkan tim Jokowi makin sulit.
Prabowo mendikte permainan dan menguasai ball posession 60 berbanding 40 persen.

Kesebelasan Jokowi panik dan kehilangan ketenangan. Pelatih menginstruksikan untuk menyerang total, semua pemain di seluruh lini bergerak menyerang, Jokowi menerapkan power play habis-habisan untuk menggempur pertahanan lawan.



Sebagai tuan rumah dan juara bertahan Jokowi harusnya menguasai jalannya pertandingan dan bisa mendiktekan irama dan tempo permainan. Tapi ternyata sebaliknya, pemain-pemain di tim Jokowi malah banyak melakukan kesalahan mendasar. Passing banyak yang tidak terarah, kontrol bola buruk, dan koordinasi antar lini kacau. Banyak blunder dilakukan sehingga tim Prabowo dengan mudah mencetak gol.

Sekarang sudah masuk menit-menit akhir dan Jokowi nyerang total habis-habisan. Tapi, ingat, terlalu asyik menyerang Jokowi akan lengah di pertahanan. Dengan counter attack cepat yg mematikan gawang Jokowi akan kebobolan banyak gol di menit-menit akhir. Di injury time Jokowi akan kalang kabut dan Prabowo akan mencuri gol lagi.

Jokowi sendiri sebagai kapten yang seharusnya tenang dalam memimpin rekan-rekannya di lapangan. Tapi dia justru terlihat lebih panik dan gak bisa mengontrol dirinya. Ia melakukan beberapa kali sliding tackle langsung ke kaki lawan tapi hasilnya gak efektif dan slidingnya gampang dihindari.

Wasit yang memimpin pertandingan banyak menguntungkan tim Jokowi. Beberapa pemain Prabowo dikartu kuning tanpa kesalahan yang jelas. Tapi Prabowo tetap tenang dan fokus pada strateginya tanpa mau melayani provokasi lawan.

Jokowi makin bernafsu menyerang. Prabowo tenang. Dia tahu tim yang terlalu asyik menyerang akan lupa pada pertahanannya. Tinggal tunggu kesempatan yang tepat untuk melancarkan counter attack cepat yang mematikan, gol penentuan kemenangan akan tercipta.

Pada injury time Jokowi pasti akan lebih panik lagi. Jokowi bs saja dapat bantuan wasit dengan memberi injury time lebih lama. Jokowi bisa saja dapat hadiah penalti pada menit-menit akhir tetapi too little too late gak bakal bisa mengejar ketertinggalannya dari Prabowo.

Penonton yang menjubeli stadion yg semula banyak mendukung Jokowi akhirnya berbalik mendukung Prabowo setelah tahu Jokowi banyak melakukan kecurangan. Penonton juga meneriaki wasit yang dianggap berat sebelah. Wasit gak bakal berani lagi bermain-main dengan otoritasnya untuk memenangkan Jokowi dengan cara-cara curang.

Prabowo akan mengangkat tropi sebagai juara…

[Oleh : Dhimam Abror Djuraid. Penulis adalah wartawan senior, kini politisi]

(*) Untuk membaca artikel Dhimam Abror Djuraid yang lainnya, silahkan KLIK DI SINI.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com