KALAU Anda berencana pergi ke kota Semarang, sekarang perlu lebih berhati-hati. Ibukota Jawa Tengah itu belakangan dikenal sebagai kota dengan banyak larangan. Gak boleh ini, gak boleh itu.

Ada beberapa rambu yang mesti Anda perhatikan agar perjalanan menjadi lebih nyaman. Berikut tips praktis berkunjung ke kota Semarang:

Pertama, jika Anda tiba di kota itu bertepatan dengan hari Jumat (15/2/2019), pesti pandai-pandai memilih masjid. Apalagi kalau Anda pendukung Prabowo-Sandi.



Hindari masjid-masjid Agung terutama yang dikelola oleh pemerintah dan pendukung paslon 01. Jangan sampai nasib Anda seperti Pak Prabowo yang dilarang salat Jumat di masjid Kauman.

Kalau toh terpaksa harus salat Jumat di masjid-masjid tersebut, jangan sampai ketahuan bahwa Anda pendukung Prabowo-Sandi. Coba cek, apakah ada atribut atau bau-bau yang mengindikasikan Anda pendukung paslon 02. Kehadiran Anda tidak dikehendaki.

Jangan selfi atau bawa kamera ke dalam masjid. Jangan bicara politik di dalam masjid. Jangan sampai Anda mengalami nasib yang sama seperti Pak Prabowo yang dilarang salat di masjid Agung Kauman. Kalau Pak Prabowo saja dilarang. Apalagi Anda. Emang Anda siapa?

Berbeda kalau Anda pendukung paslon 01. Anda bebas salat di masjid mana saja, termasuk di masjid yang dikelola oleh pendukung paslon 02. Mereka tidak pernah melarang Anda salat di sana. Bebas-bebas saja, termasuk kalau mau menggunakan atribut paslon 01.

Kedua, perhatikan jalan yang Anda pilih menuju kota Semarang. Apakah jalan tol atau jalan biasa?

Kalau Anda pendukung Prabowo-Sandi, jangan gunakan jalan tol. Salah-salah Anda akan ditangkap polisi, atau setidaknya Satpol PP Kota Semarang. Diminta menunjukkan apakah punya kartu anggota PDIP, Golkar, PKB, PPP, atau Hanura. Kalau punya kartu anggota PSI atau Perindo juga boleh.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi sudah dengan tegas melarang pendukung Paslon 02 lewat jalan tol. Sebab jalan itu dibangun oleh pemerintahan Jokowi. Anda gak berhak lewat jalan tol.

Sebaiknya Anda memilih jalan biasa saja yang dibangun oleh Presiden Soeharto. Dengan memilih jalan biasa ada beberapa keuntungan. Tidak perlu bayar tol mahal, Anda juga bisa mampir-mampir makan di rumah makan di sepanjang jalan dan beli souvenir yang tersedia.

Rumah makan dan souvenir di sepanjang Pantura banyak yang terancam gulung tikar setelah jalan tol dibuka. Jadi Anda bisa sekalian beramal membantu tetap menghidupkan UMKM.

Sebaliknya bagi Anda pendukung paslon 01 bebas memilih jalan mana saja. Tidak larangan. Mau lewat jalan tol hayo, jalan biasa juga hayo.

Sejak zaman Belanda, Orde Lama, Orde Baru dan Orde reformasi tidak pernah ada larangan kok menggunakan jalan raya yang dibangun perintah.

Jalan raya kan infrastruktur yang dibangun oleh pemerintah. Anda bebas-bebas saja menggunakannya. Gak perlu bayar.

Terus bagaimana soal penginapan dan makan minum di Semarang? Kabar baiknya saat ini belum muncul larangan bagi pendukung paslon 02 juga tidak boleh nginep di hotel dan losmen kota Semarang. Makan minum di restoran apa saja boleh, asal Anda bayar.

Kalau nantinya muncul juga larangan tidak boleh nginep dan makan minum di kota Semarang, cepat-cepatlah pindah ke kota terdekat yang belum memberlakukan pelarangan serupa.

Selamat menikmati Kota Semarang. Jangan lupa agar perjalanan lancar dan aman perhatikan rambu-rambu dan larangan yang ada. Jangan lewat jalan tol, dan pandai-pandailah memilih masjid untuk salat.

Nasruddin Djoha, Adalah Wartawan Senior Indonesia.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com