Puluhan ribu massa dari Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah massa dari berbagai ormas lainnya menggelar aksi menolak Ahok di ruas di sekitar Balaikota Jakarta, Jum'at, (14/10). TIRTO/Andrey Gromico

TUJUH juta umat insyaa Allah akan memadati dan memutihkan kota Jakarta, Ahad (7/4/2019) sejak dinihari hingga sore. Acaranya sendiri diawali shalat subuh berjamaah di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Kemudian dilanjutkan dengan berdo’a bersama memohon ridho Illahi, lalu orasi dan lain-lain.

Selain Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, kampanye akbar di ibukota ini juga akan dihadiri tokoh-tokoh lainnya. Lokomatif reformasi, Prof Amien Rais, ketua-ketua partai pengusung dan barisan ulama 212 yang aktif dalam berbagai aksi bela Islam. Tokoh-tokoh umat lintas agama, juga akan meramaikan acara tersebut. Bahkan, rencananya Imam Besar Habib Riziek Shihab juga akan menyapa melalui teleconference dari kota suci Makkah Almukaromah.

Kampanye akbar ini diprediksi akan semakin memperjelas posisi Prabowo-Sandi dalam pilpres 2019. Kegiatan yang awalnya tidak mudah dilaksanakan di komplek PPK-GBK itu, juga akan menjadi puncak dari seluruh dukungan rakyat yang menginginkan perubahan.



Tidak mudah, karena PPK-GBK awalnya telah di book oleh pihak tertentu sejak tanggal 1 hingga 13 April. Karena saya pernah bertugas di GBK, saya paham betul kesulitan direksi. Di satu sisi siap melayani, tapi sisi lain kekuasaan terbatas. Jika orang atau pihak tertentu tidak memahami persoalan, maka direksilah yang jadi korban.

Alhamdulillah, setelah melalui dialog serta pendekatan yang baik, apalagi karena alumni PPK-GBK, akhirnya kesulitan teratasi. Hal ini kontan membuat wajah Wakil Ketua DPRD DKI, Muhammad Taufik yang juga penanggung jawab seluruh acara, jadi sumringah. Maklum sebelumnya, semua prosedur untuk penggunaan Stadion Utama GBK, nyangkut.

Nostalgia 212

Kampanye akbar ini mengingatkan kita pada acara aksi 411 dan 212. Jadi, kata ustadz Slamet Maarif, kampanye akbar 7/4 ini hendaknya dipergunakan menjadi ajang nostalgia. “Di aksi 411, massa yang datang sekitar 1 jutaan orang, dan di aksi bela Islam 212, pertama dan ke-2, jumlah masanya super dahsyat, 7 hingga 11 juta,” kata Ketua PA 212 itu.

Jadi, jika kita prediksi di kampanye akbar 7 April nanti jumlah massa mencapai mencapai 7 juta, bukan hal yang mustahil. Apalagi saat ini, mayoritas rakyat Indonesia sudah bosan dengan kepalsuan, bosan kemunafikan, bosan kesulitan. Rakyat mengharapkan adanya perubahan. Ya, perubahan berkehidupan, bernegara untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur. Jadi, mari kita jemput perubahan itu bersama-sama, perubahan yang dinanti mayoritas rakyat.

Takbir : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar !!

[ Oleh : M. Nigara, adalah Wartawan Senior Mantan Wasekjen PWI ]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com