MUNGKIN kita pernah dengar untaian lirik lagu yang Berjudul “BENGAWAN SOLO”. Mengutip Dalam satu bait kata lagu tersebut mengatakan, Air mengalir sampai jauh, akhirnya kelaut.

Belum hilang dalam ingatan kita bahwa, salah satu agenda utama bahkan menjadi tageline DPP PG dibawah Kepemimpinan Ketua Umum Airlangga Hartarto saat usai terpilih menjadi Ketum, dalam beberapa minggu kemudian ada kegiatan musyawarah kerja partai yg salah satu agenda dalam kegiatan itu adalah penandatanganan kerjasama Partai Golkar dengan KPK dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi termasuk mewujudkan Golkar bersih.

Seiring waktu sampai saat ini, menurut saya agenda besar dimaksud hanyalah menjadi isapan jempol dan agenda Golkar bersih saat ini bernasib tragis karena sudah terbawa arus banjir bengawan solo sampai ke laut dan hilang sampai saat ini.

Sebagai kader Saya berharap Golkar bersih ini dalam kurun waktu tak lama segera diselesaikan agar Partai Golkar pasca munas sampai 2024 nanti bisa hidup bahagia, fokus kerja politik dengan baik tanpa ada ganggun apapun itu terutama gangguan yang bernama sandraan politik hukum. pengalaman kita semua selama lima tahun kebelakang menurut saya sudah cukup dan harus diakhiri semua jika tujuan bersama kita kedepan, Partai Golkar bukan hanya sekedar pemenang tetapi harus menjadi liders partai politik dalam membangun peradaban demokrasi, peradaban politik indonesi yg lebih baik.

Agar terealisasikannya Golkar bersih, Pertama sebagai rakyat biasa yang juga kader PG memberikan pendapat kepada Bapak Presiden RI Bapak Ir. Jokowidodo agar dalam mengangkat pejabat publik yang diambil dari kader partai politik manapun itu, harus benar – benar bersih dari masalah masalah hukum sehingga pemerintahan Pak Presiden Jokowi kedepan akan lebih baik dan berwibawah.

Kedua, agar adanya kepastian hukum tetap, kami meminta KPK segera menuntaskan beberapa kasus korupsi seperti kasus E-KTP, PLTU RIAU, GULA RAFINASI, Dll yg melibatkan kader PG, baik kasusnya masih berstatus terindikasi, tersangka, terdakwa, maupun yg sudah jelas terlibat dan atau disebut dalam dakwaan persidangan tipikor turut serta, Karena kami tidak menginginkan Partai kami kelak dalam setiap agenda politik lima tahunan dijadikan sandraan politik hukum oleh siapapun dan dari kelompok.

[Oleh: Syamsul Rizal. Penulis adalah Presidium Garda Panca Bhakti/Fungsionaris DPP Partai Golkar]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com