SAYA belum secepat ZWJ (Zeng Wei Jian) menyimpulkan adanya poros ketiga. Tapi serangan Asyari Usman ke internal BPN dan Gerindra, mengindikasikan benih benih kekuatan ketiga sedang berproses tumbuh. Atau lebih tepatnya Kaukus Politik.

Artinya ada sebuah kaukus politik yang tandem di 01 maupun 02, yang bekerja atas dasar skema dan skenarionya sendiri.

Maka di sinilah soal gelombang penahanan para aktivis pro 02 sejak masa kampanye hingga putusan akhir MK, harus dibaca dari sudut pandang baru. Bukan sekadar petahana Cs kebakaran jenggot. Atau teror psikologis lemahkan daya juang people power yang berjuang melawan kecurangan pemilu yang bersifat TSM.

Lebih dari itu, saya menangkap kesan adanya desain untuk memaksa Prabowo dihadapkan dua pilihan yang menjebak.

Bersikukuh dengan perjuangan ideal politik, namun mengabaikan hak hak asasi manusia. Apalagi sebagian besar yang ditangkap pro 02.

Sebaliknya, kalau Prabowo berat ke pertimbangan kemanusiaan, sehingga berkompromi dengan 01, reputasi dan kredibilitasnya sebagai politisi pejuang hancur berkeping. Khususnya di mata 70 juta rakyat pemilihnya.

Berarti desain seperti ini jahat sekali. Maka itu 70 juta rakyat Indonesia yang memberi amanah pada Prabowo, menunggu sikap dan arahan politiknya secepat mungkin.

[Oleh: Hendrajit. Penulis adalah Pengkaji Geopolitik, Direktur Eksekutif Global Future Institute]

Opini ini sudah dipublikasikan Kontenislam.com.


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com