DIDALAMsistem Pemerintahan tentu kita mengenal yang namanya OPOSISI.

Di dalam dunia politik, terdapat istilah-istilah politik yang seringkali kita dengar. Salah satu dari istilah politik yang familiar di telinga kita adalah kata oposisi. Oposisi erat kaitannya dengan partai politik. Setiap kali masa pergantian presiden, selalu ada partai politik yang menyatakan diri sebagai partai oposisi. Apa sebenarnya arti dari oposisi? Oposisi diperlukan sebagai penyeimbang dalam sebuah pengelolaan negara berkembang seperti Indonesia. oposisi adalah untuk membangunĀ checks and balancesĀ dalam demokrasi dan untuk menghindari kekuasaan absolut maka dibutuhkan peran oposisi sebagai alat kontrol dan penuntut transparansi. pemerintah membutuhkan kelompok oposisi untuk menjaga supaya pemerintahannya tidak absolut dan berimbang.

didalam sistem sebuah pemerintahan yang absolut diyakini akan melahirkan keburukan yang absolut pula. Karena hal itulah, pemerintah membutuhkan kelompok oposisi untuk menjaga supaya pemerintahannya tidak absolut dan berimbang.

Sejauh ini oposisi tetap diperlukan dan dibutuhkan dalam sistem demokrasi apa pun, sebagai alat kontrol didalam sistem kebijakan dan pengambil keputusan baik untuk sistem presidensial seperti Indonesia maupun parlementer seperti di negara lain karena tanpa oposisi yang sehat dan kuat pemerintah dapat terjebak. Untuk itu didalam Pemerintahan yang sehat harus ada penyeimbang.
eksistensi oposisi adalah sebagai pemberi kritik maupun pandangan alternatif terkait kebijakan pemerintah. Tanpa oposisi yang sehat dan kuat, pemerintah bisa terjebak

Ada anggapan bila tidak menjadi partai koalisi berarti menjadi partai oposisi. Hal ini lah yang menyebabkan kebanyakan orang berpikir jika arti kata koalisi dan arti kata oposisi merupakan dua kata yang saling berlawanan. Dan dapat disalah artikan sebagai dua kubu yang berseberangan, padahal tidak demikian. Justru bila tidak ada Oposisi lalu siapa yang dapat mengontrol segala kebijakan dan keputusan yang sekiranya dapat merugikan dan tidak sesuai disinilah peranan oposisi sebagai pemberi kritik maupun pandangan alternatif terkait kebijakan pemerintah.

Indonesian dengan sistem Demokrasi tentu sangat membutuhkan Oposisi untuk menjadikan bangsa ini lebih bermakna dan bermartabat karena Oposisi bukanlah momok yang mengerikan sebagai pembangkang kebijakan Pemerintah akan tetapi justru sebagai penyeimbang maka oposisi konstruktif demokratis berfungsi untuk menciptakan keseimbangan yang sesungguhnya didalam sistem pemerintahan kita saat ini.

[Oleh: Ryanti Suryawan. Penulis adalah Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor Ketua DPD Gardu Prabowo Jabar]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com