by

DAMAILAH PAPUA TERCINTA

APA yang terjadi di Manokwari, Sorong, dan beberapa kota lainnya di Papua adalah buntut dari insiden beberapa hari sebelumnya di Malang dan Surabaya. 

Senin (19/8/2019) lalu. Di Surabaya ada kisruh yaitu di Asrama Papua dipicu kesalahpahaman soal bendera. Sementara di Malang, bentrok terjadi berawal dari aksi demo memperingatiPerjanjian New York yang diperingati setiap tanggal 15 Agustus.

Kejadian ini sudah seharusnya menjadi pembelajaran bagi bangsa yang majemuk. Karena bangsa kita yang berbudaya serta beragam suku bahasa jangan sampai mudah terkoyak hanya karena isu Sara, Suku dan Agama. Karena tidak dapat dipungkiri isu ini masih sangat rentan dinegara kita. Dan jangan sampai karena isu seperti ini memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.

Hari kemerdekaan baru saja kita peringati bersama, dan tentu ini diharapkan dapat memberikan sedikit spirit bagi kita semua untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena kestabilan bangsa kita saat ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk tetap menjaga dan menjalin keutuhan persaudaraan sebangsa dan setanah air.

Kejadian Minggu lalu di Papua sudah seharusnya menjadi perhatian pemerintah. Karena perkara konflik masyarakat terutama yang yang dilatarbelakangi oleh isu SARA sekiranya sangat perlu penanganan yang sangat serius. Tidak cukup hanya dengan saling memaafkan dan masalah dianggap selesai. Yang harus lebih menjadi perhatian adalah bagaimana menemukan inti persoalan atau akar dari permasalahan atau konflik yang berdimensi rasial. Agar kelak persoalan yang sama tidak terulang kembali. Tentu ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua pihak terutama Pemerintahan saat ini. Karena seperti yang kita ketahui Pemerintah saat ini dalam menyikapi konflik yang berunsur SARA masih reaktif, Dialog intensif yang melibatkan warga dilakukan hanya saat konflik terjadi. Dan setelah dirasa cukup aman dan Damai dianggap persoaln sudah selesai dan upaya untuk menjaga serta memelihara dialog secara berkelanjutan tidak dilakukan kembali, inilah yang terjadi. Padahal seharusnya ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk tetap menjaga dan merawat dialog antar warga agar tetap terjadi dan terjalin. Ini semata untuk memupuk rasa persatuan dan persaudaraan karena dialog antar budaya sangat diperlukan, budaya silaturahmi itu jauh lebih baik.

Indonesia memiliki 1.128 suku dan agama yang berbeda, dan ratusan bahasa daerah, tentu ini adalah salah satu kekayaan bangsa kita. Kekayaan budaya bangsa kita ini adalah salah satu modal untuk kemajuan bangsa kita. Akan tetapi bila kekayaan budaya ini tidak kita rawat tentu akan menjadi konflik yang berkepanjangan, yang tentunya akan merugikan bangsa kita dan tidak menutup kemungkinan ini adalah yang diharapkan pihak pihak tertentu yang selama ini memang tidak menginginkan bangsa kita Damai dan sejahtera. Dan jika ini tidak dikelola dengan baik, akan menimbulkan konflik yang beragam yang bisa saja ditunggangi kepentingan para elit, pemicu bisa saja karena soal kesenjangan sosial, ekonomi, ketidakadilan, ketimpangan pembangunan, atau bisa juga karena sentimen rasial.

Dalam menyikapi persoaln hukum konflik SARA sudah seharusnya Pemerintah menindak tegas siapa dalang dari pemicu persoaln ini. Pergunakan mekanisme hukum yang berlaku. Siapapun yang melakukan pelanggangaran pidana harus diberikan sanksi sesuai undang undang yang berlaku. Dalam persoalan konflik di Papua ini dipicu oleh pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya dan ada lontaran perkataan berbau SARA yang seharusnya tidak terlontarkan ke mahasiswa Papua. Dalam hal inilah aparat diuji untuk bekerja lebih cepat dan transparan untuk mengurai sumber masalah yang menyulut Solidaritas di Manokwari dan daerah lain di Papua. Ini perlu dilakukan pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum bagi siapapun yang membutuhkan perlindungan hukum dan memberikan sikap tegas bagi pelanggar hukum. Negara harus hadir dalam melindungi warga negaranya dari segala bentuk diskriminasi dan segala bentuk ancaman.

Dan bagi oknum yang melakukan perusakan bendera merah putih aparat diharapkan untuk bertindak tegas. Dan diproses hukum bagi siapapun yang menghina lambang negara. Dan diharapkan untuk semuanya agar dapat menjaga agar bangsa kita tetap kondusif dan untuk dapat menahan diri karena kita semua berharap Damai di Papua dan bumi Indonesia.

[Oleh: Ryanti Suryawan. Penulis adalah Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bgr Ketua DPD Gardu Prabowo Jabar]

News Feed