Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

SAMPAI dengan 30 September 2019, realisasi belanja dana desa telah mencapai Rp 42,2 triliun atau telah mencapai 62,9% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 70 triliun.

“Dana desa meski kita berikan setiap tahun, tapi masih ada 20.000 desa tertinggal. Karena transfer yang ajek dari APBN, muncul desa-desa baru dan gak ada penduduknya. Karena mereka lihat adanya jumlah yang ditransfer setiap tahunnya,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Senin (4/11/2019).

Adanya ‘Desa Setan’ ini diakui Sri Mulyani baru ketahuan karena ada salah satu pihak yang melapor, setelah terbentuknya Kabinet Indonesia Maju. Yaitu Desa yang tidak ada penduduknya, Hanya ada namanya, dan laporan nya saja.



Oleh karena itu, pihaknya bersama Kementerian Dalam Negeri akan terus menginventarisasi kembali desa-desa di Indonesia.

“Kami pasti akan terus melihat dan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri [Tito Karnavian] untuk menginventarisasi [desa-desa]. Karena kami mendengar ada dari salah satu pihak yang menyampaikan, ada dana desa untuk desa yang baru saja dibuat,” paparnya.

Menurut Sri Mulyani, “Oleh karena itu kita harus lihat lebih jauh bagaimana mengidentifikasikan sebuah desa. Jangan sampai justru dana desa tersalurkan ke yang tidak berhak. Sebenarnya pemerintah memiliki satu mekanisme tersendiri dalam pembentukan desa dan identifikasi bisa dimulai dari siapa yang mengurusi desa tersebut.” Tuturnya

“Kita akan lihat seluruh prosedurnya supaya jangan sampai ada statement-statement seperti itu yang kemudian menimbulkan persoalan jumlah desanya berapa, lokasinya dimana dan bagaimana transfernya,” Lanjutnya.

Untuk itu harus ditelusuri lebih jauh bahkan hingga investigasi. Karena sangat mudah dilakaukan investigasinya.

[Oleh: Helmi Adam. Penulis adalah Pemikir, Kreatif , peneliti dan Praktisi Media]


Tulisan opini di media ini boleh dikutip dan dipublikasikan di media lainnya. Terima kasih jika berkenan mencantumkan sumber kutipannya (media Opiniindonesia.com). Untuk pengiriman artikel dan kerjasama, hubungi : redaksi@opiniindonesia.com