by

Onde Mande Global Bond Pertamina, Berpotensi Miss Management

Opiniindonesia.com – Akusisi perusahaan yang mempunyai blok migas dan akuisisi blok migas diluar negeri dengan sumber pendanaan dari global bond sangat berpotensi terjadi miss management atau bad management serta rentan penyelewengan.

Dikarenakan peruntukan hutang global bond yang tidak jelas, bisa digunakan apa saja. Tidak langsung ke projek yang didanai, misal “acquisition financing”.

Dapat diuji, akuisisi milyaran dolar Amerika yang telah dilakukan Pertamina selama ini disebabkan tidak mendapatkan atau tidak bisa dengan acquisition financing.

Tentunya dikarenakan tidak feasible atau tidak layak untuk diakuisisi. Bisa lolos terjadi akuisisi karena menggunakan global bond yang peruntukannya tidak jelas.

Dikarenakan kinerja akuisisi sangat buruk, akhirnya terjadi kesulitan membayar bunga, apalagi membayar pokok hutang ? Pertamina akan membayar pokok hutang pada tahun 2021 – 2023, sehingga periode ini adalah periode tersulit bagi arus kas Pertamina.

Tidak ada pilihan lain, terpaksa mencari hutang jangka pendek yang biaya dan bunganya mahal untuk menutupi hutang yang jatuh tempo. Gali lubang tutup lubang, akhirnya dapat terjadi ketika suatu saat lubangnya tidak dapat ditutup lagi.

Atau pilihan lain adalah Pemerintah segera membayar hutangnya kepada Pertamina sudah mencapai sekitar USD 5 miliar akibat beban penugasan BBM subsidi dan LPG subsidi 3 kg.

News Feed