by

Menjadi Seorang Pemimpin Itu Memiliki Resiko, Dirahmati atau Dilaknati

Opiniindonesia.com – Menjadi pemimpin itu berisiko rahmat atau laknat. Tergantung dari menunaikan amanat atau khianat.

Pemimpin harus betul memperhatikan kepentingan rakyat yang dipimpinnya bukan berorientasi pada kepentingan dirinya sendiri yang hanya untuk menumpuk kekuasaan atau kekayaan. Pemimpin demikian pasti dibenci oleh rakyat.

Ketika terjadi situasi yang menimpa pada diri pemimpin apakah kesulitan atau sakit atau penderitaan lainnya, maka rakyat bukan simpati dengan mendoakan agar lepas dari kesulitannya, melainkan mengolok-olok, menghukumi, bahkan mungkin akan mendoakan yang buruk. Betapa celakanya urusan dunia dan akherat pemimpin yang dibenci oleh rakyatnya.

Di musim covid 19 ketika pejabat tertular maka lihat bagaimana reaksi publik. Tak peduli dengan kondisi yang mungkin akan membaik atau sembuh. Sumpah serapah bertebaran di media sosial. Mengaitkan dengan perilakunya yang selalu menyakiti rakyat atau umat.

Kasus Menag yang terberitakan terkena covid 19 suatu hal yang biasa dan mungkin sembuh. Tapi jagad dunia maya heboh. Ada yang kaitkan sebagai peringatan agar tobat hingga ada yang nyeletuk ini adzab.

News Feed