by

Apologi Itu Bernama Out Of The Box, Padahal Menabrak Aturan

Opiniindonesia.com – Ketika mengkritisi atau mengoreksi suatu kebijakan atau sikap politik pejabat publik yang dinilai secara kepatutan bahkan aturan dianggap keliru maka semestinya diterima dan direnungkan.

Bila tak sesuai dapat diklarifikasi ataupun diabaikan. Akan tetapi tak sedikit pendukung membuat pembelaan apologetik bahwa kebijakan atau sikap politik yang tak layaknya itu sebagai kebenaran yang “out of the box”.

Ada pandangan bahwa keberanian Luhut menjadi garda depan kerjasama dengan China termasuk PKC adalah inovasi yang “out of the box”. Tak perlu kuatir soal komunisme.

Prabowo menanam singkong juga “out of the box” hebat Menhan menjadi Mentan. Jokowi mensupport anak, mantu, besan untuk maju Pilkada itu bukan nepotisme atau politik dinasti tetapi langkah brilyan “out of the box”.

Ketika Perppu Corona dibuat dengan memporak-porandakan hukum dan perundang-undangan dianggap bukan merampok dana APBN tetapi langkah terobosan yang “out of the box”.

News Feed