by

Mengapa Semakin Dipersekusi, KAMI Malah Menjadi Semakin Seksi

Opiniindonesia.com – Sudah di empat kota setidaknya yaitu Jakarta, Bandung, Magelang, dan Surabaya terjadi aksi massa penolakan terhadap KAMI (Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia) di bawah komando trio dewan presidium yaitu : Prof, Din Syamsudin, Prof Rahmad Wahab, dan Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantio alias GN.

Sebenarnya hampir di tiap kota di Jawa ini terjadi aksi penolakan sepihak dan upaya kuat dari kelompok tertentu untuk meniadakan kegiatan Deklarasi KAMI ini. Ada yang sifatnya sporadis anarkis, namun ada juga yang sedikit longgar. Tergantung para komandan satuan wilayahnya. Maka tak ayal yang terjadi ibarat main “kucing-kucingan” seperti yang terjadi di kota Depok kemaren. Lucu bukan ??

Entah kenapa, tiba-tiba kehadiran KAMI bagi penguasa hari ini begitu menakutkan. Sehingga perlakuannya di bawah begitu kontradiktif dan sedikit memalukan kalau kita berbicara adab dalam berdemokrasi.

Sangat terasa aura kebencian, paranoid, dan sentimentil berlebihan terhadap gerakan moral yang disuarakan KAMI. Padahal secara materi dan konten lihatlah apa yang disuarakan KAMI adalah real fakta hari ini tentang kerusakan tatanan bernegara yang berujung hilangnya kedaulatan negara di bawah ketiak kepentingan oligharki.

Begitu juga secara kualitas ketokohan, di dalam tubuh KAMI berkumpul para tokoh hebat, intelektual, ulama, purnawirawan, mantan pejabat, akademisi, guru besar, aktifis, dan kaum intelektual terkemuka di negeri ini.

News Feed