by

Diserang Represi dan Persekusi, Mampukah KAMI Bertahan?

-TONY ROSYID-365 views

Opiniindonesia.com – 18 Agustus KAMI deklarasi di tugu proklamasi. Disambut deklarasi di berbagai daerah. Lebih dari sebulan, dukungan ke KAMI terus mengalir. Permintaan deklarasi tak berhenti. Jawa, Sumatera, Sulawesi, Maluku, NTB, bahkan luar negeri. Dukungan provinsi dan kabupaten semakin rapat.

Melihat perkembangan KAMI yang begitu masif, rupanya ada pihak yang khawatir, bahkan panik. Siapa? Sebut saja penguasa. Jelas dan gamblang! Biar ini jadi sarana komunikasi yang dialogis.

Ada pandangan yang berbeda antara KAMI dengan penguasa. Penguasa bilang: negara ini sedang baik-baik saja. KAMI berpendapat: negara sedang sakit. Demokrasinya sakit, hukumnya sakit, ekonominya sakit, dan banyak penyakit lainnya.

Bicara KPK, ingat Harun Masiku, Djoko Djandra dan perubahan UU KPK. Bicara aparat, teringat operasi mereka di pilpres. Bicara ekonomi, sekarang minus 5,32.

Resesi ekonomi mengingatkan kita pada PHK, bertambahnya jumlah para pengangguran dan orang-orang miskin. Bicara demokrasi, teringat banyak persekusi. Ini masalah, kata KAMI. Jadi, jangan pura-pura gak ada masalah.

News Feed