by

Mengukur Efektifitas Utang LN Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Opiniindonesia.com – Bank Dunia (The World Bank) kembali mengumumkan daftar negara yang memiliki Utang Luar Negeri (ULN) terbesar di jajaran negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Di dalam daftar tersebut terdapat negara-negara, yaitu Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afria Selatan, Thailand, Turki, Indonesia, dan Rusia.

Negara yang menempati urutan pertama sebagai yang terbesar memiliki ULN, yaitu Republik Rakyat China (RRC) dengan nilai sejumlah US$2,11 Triliun atau setara Rp 31,017 Biliun (kurs dollar Rp 14.700) dan peringkat ke-10 ditempati oleh Thailand dengan jumlah ULN sebesar US$180,23 Miliar atau setara Rp 2.649,381 Triliun.

Sementara itu, Indonesia berada pada peringkat ke-8 dengan jumlah ULN mencapai US$402,08 Miliar atau setara Rp5.910,576 Triliun pada Tahun 2019.

Secara total, ULN negara-negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai US$8,1 Triliun pada 2019 atau terdapat kenaikan sebesar 5,4 persen dibanding Tahun 2018.

Kemenkeu sendiri membantah jumlah ULN Indonesia tersebut, dan menyatakan laporan Bank Dunia yang memasukkan Republik Indonesia (RI) ke dalam daftar 10 negara berpenghasilan rendah menengah dengan utang besar tidak tepat.

Kemenkeu menyebut laporan Bank Dunia yang memasukkan RI ke dalam daftar 10 negara berpenghasilan rendah menengah dengan utang besar tidak tepat.

Laporan Bank Dunia yang bertajuk Statistik Utang Internasional 2021 dan dipublikasikan pada pekan ketiga dibulan Oktober 2020 atau masuk dalam publikasi Triwulan III.

Walaupun ada bantahan dari pihak Kementerian Keuangan dengan menyatakan, bahwa laporan dari Bank Dunia tidak tepat.

Sebab, lembaga ekonomi dan keuangan internasional itu menggunakan basis data ULN Indonesia sebagai pembanding jumlah utang luar negeri negara lain di kategori penghasilan rendah dan menengah.