by

Berbuat Baiklah pada Saat Berada di Posisinya Masing-masing

Opiniindonesia.com – Allah menciptakan manusia tidak sama rejekinya. Sebagian kecil berlebih dan sebagian besar hanya dibilang cukup. Sebagaimana firman Nya berikut ini.

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآَخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ [الرعد/26]

Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu dibanding dengan kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan yang sedikit.

Dengan perbedaan jatah rezeki itu maka mereka yang kekurangan bisa bekerja kepada yang berlebih. Dan yang berlebihpun bisa banyak rejekinya karena peran orang-orang yang bekerja kepadanya. Karena tidak mungkin orang kaya itu mengerjakan semua pekerjaannya sendirian. Pasti dengan bantuan orang lain.

Dalam kaitan relasi juragan dengan buruh ini, Islam memiliki aturan main yang sangat bagus. Masing-masing memiliki hak dan kewajiban, sehingga akhirnya dapat menguntungkan semua pihak. Beberapa aturan itu diantarnya adalah:

  1. Islam menyukai pekerja yang kuat dan dapat dipercaya

Seorang pekerja yang memiliki karakter baik dan kompetensi yang mumpuni pasti akan lebih disukai. Begitulah alqur’an memberi pedoman cara mencari tenaga kerja.

قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ [القصص/26]

Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja pada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Pekerja kuat itu berarti pekerja yang memiliki kompetensi yang baik. Dia kuat dalam ilmu dan ketrampilan, sehingga ketika diberikan tugas dapat menyelesaikannya dengan baik.

Kompetensi terkait dengan skill, yaitu kemampuan teknis yang berhubungan dengan pekerjaannya. Adapun kejujuran itu merupakan karakter seseorang. Keduanya harus seiring. Sebab buruh yang pintar dan terampil tetapi culas, suka menipu dan memalsu data akan merugikan pemilik perusahaan.

News Feed