by

Mau Sampai Kapan Beternak Kegaduhan di Republik Ini?

Opiniindonesia.com – Di Negara demokrasi seperti Indonesia, memang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk berpendapat, berpolitik, dan bebas untuk mengkoreksi serta mengkritisi jalannya pemerintahan.

Hal ini baik bagi perlindungan hak masyarakat dan jalannya pemerintahan, namun sayangnya kebebasan dalam demokrasi itu dijadikan alat politik kekuasaan yang agitatif dan destruktif bagi sekelompok masyarakat .

Bagi pihak yang mengincar kekuasaan yang sah, kebebasan berpendapat menjadi corong untuk membuat kegaduhan, sehingga tak salah masyarakat jadi berprasangka buruk terhadap kinerja dan kebijakan pemegang kekuasaan saat ini.

Suhu politik sengaja dibuat panas, dari dimunculkannya “politik identitas”, promodial, hingga rasialis. Kegaduhan-kegaduhan sengaja diciptakan untuk diproyeksikan kepada masyarakat, seakan-akan segala kesulitan adalah akibat “tidak becusnya” pemerintah dalam mengelola negara.

Sebagian masyarakat seperti tumpukan kertas kering, yang cepat terbakar di percikan api para pengincar kekuasaan. Ironisnya agama pun ikut dijadikan bahan bakar.

Membuat gaduh dilakukan dengan berbagai macam cara, ada yang m dalam diam namun sibuk menebar kebencian melalui jaringan dunia maya, ada yang terang-terangan menghujat dan menghasut di depan umum tapi merefleksikan dengan cara yang beretika.

Sebagian bahkan mengahasut dan turut dalam demonstrasi yang merusak, sehingga menimbulkan korban dan kerusakan ada faslitas umum. Maka tidaklah heran jika kata seperti “bunuh, gantung,” dan kata-kata kotor kerap terdengar di berbagai aksi demo saat ini.

Ya, politik sengaja dibuat gaduh. Bahkan kegaduhan tersebut harus dinikmati masyarakat, agar terjadi konflik. Dan konflik membuat bangsa menjadi tercerai berai, maka api akan sangat mudah digunakan untuk membakar hingga bertindak secara reaksional liberal.

Hal-hal semacam ini lah yang menjadi senjata bagi “mereka” untuk mewujudkan agenda yang penuh konsesus terselubung dalam merebut dominasi kekuasaan. Kegaduhan politik yang tercipta menjadi senjata untuk mengguncang rezim yang sedang berkuasa.

Terlihat dalam berbagai unjuk rasa, problem yang dipermasalahkan kadang tak lagi penting, hanya untuk memperlihatkan kekuatan besarnya untuk memecah belah demi membentuk opini publik. Sayangnya sebagian masyarakat dan mahasiswa turut terjaring dalam pusaran politik kekuasaan.

News Feed