by

Di Manakah Tempat Mencari Moralitas yang Terkikis?


Opiniindonesia.com – Jika mencermati kejadian yang terjadi antara guru dan murid atau pun sebaliknya. Yang berperilaku kurang pantas bahkan bisa dikatakan hal itu, adalah kerusakan moral anak bangsa.

Tidak pada ruang lingkup peristiwa itu saja yang terjadi dan melibatkan pelajar. Dalam hal tawuran, geng motor, narkoba pelajar menjadi incaran. Tentunya, kejadian-kejadian tersebut menjadi catatan anak remaja Indonesia.

Bahwa nilai-nilai moral yang ditanamkan dalam pelajaran belum sepenuhnya dipahami atau bahkan diresapi dalam kehidupan nyata.

Kita tidak ingin mencari kambing hitam di dalam degradasi moral remaja. Banyak hal yang melatar belakangi remaja melakukan tindakan diluar akal sehat mereka.

Bisa jadi konflik keluarga, pergaulan yang tidak terkontrol, mencari perhatian, rasa ingin tahu, menirukan perilaku idolanya yang diluar batas, atau hanya pelampiasan semata dan yang sangat memperangruhi di era digital ini, tidak dapat mengontrol penggunaan medsos dengan bijak.

Ini menjadi perkerjaan rumah yang tidak remeh karena remaja adalah warisan generasi bangsa indonesia. Jika generasinya rusak maka rugilah bangsa ini.

Oleh sebab itu pendidikan moral pancasila yang, dulu sempat menjadi acuan anak didik dalam menembalkan moral mereka wajid dilestarikan kembali. Negara nomor satu untuk memfasilitasi pendidikan moral pancasila.

Karena negaralah yang mengeluarkan perintah wajib dan tidak pendidikan moral pancasila.

Pendidikan moral bukan dibuat-buat atau berdasarkan keinginan masing-masing individu tapi pendidikan moral pancasila memiliki kurikulum yang jelas, tenaga ahli, dan sumber utamanya pancasila. Ditambah dengan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak.

Agar perumusan pendidikan moral pancasila sesuai dengan konteks remaja melenia saat ini.

News Feed