by

Lho Kok Gatot Nurmantyo Terkesan Seperti Jubir Omnibus Law?

Opiniindonesia.com – Kali ini Gatot Nurmantyo keliru membuat pernyataan. Hingga wajar tokoh senior DR. Rizal Ramli mengingatkannya, namun “nasi sudah terlanjur menjadi bubur”.

Ya, apa boleh buat Jendral Pensiunan ini membuat blunder bagi dirinya sendiri dalam geopolitik yang baru hendak dia bangun.

Artinya semakin jelas medan perang dalam pemahaman ilmu tentara beda dalam cara pandang warga. Setidaknya, mungkin perlu beberapa semester lagi ikut kuliah politik pada Rizal Ramli.

Gatot Nurmantyo toba-tiba memuji UU Cicptaker. Ya, Rizal Ramli pun wajar jadi kaget. Dan pasti bukan karena latah bila Rizal Ramli lantas ngomong spontan; Lha Kok Sudah Jadi Jubir? ( RMol, JUMAT, 16 OKTOBER 2020)

Pernyataan dari Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Gatot Nurmantyo itu tak hanya membuat tokoh senior DR. Rizal Ramli kaget.

Saya saja sungguh tak percaya, apakah benar omongan ngelantur seperti itu keluar dari mulut orang yang baru saja membezuk kedua kawannya yang terbilang tokoh buruh itu. Lagian, pernyataan Gatot Nurmantyo pekan sebelumnya masih hangat terasa mendukung buruh menolak Omnibus Law.

Boleh jadi ini memang fenomena politik zaman naw yang ikut berdesak-desak dalam budaya generasi milineal sekarang ini. Lantaran di tengah penangkapan tokoh KAMI, Gatot Nurmantyo justru memuji omnibus law UU Cipta Kerja. Ya, suaranya jadi seperti gledek di musim kemarau.

Dalam sebuah video di akun YouTube milik pakar hukum tata negara Refly Harun, Kamis (15/10), mantan panglima TNI itu jelas dan tegas menyebut tujuan UU Ciptaker mulia. Sejalan dengan apa yang disampaikan pemerintah.

Ia menyebut UU sapu jagat itu sangat yakin kelak akan mendatangkan investasi dan membuat roda ekonomi berputar mulus.

Ya, apa boleh buat. Setiap orang memang bebas benar berpendapat. Tapi dalam sikap hendaknya tidak mencla-mencle bisa membuat yang menyimak merasa jadi dipermainkan.

News Feed