by

Pendapatan Cekak tapi Utang Pemerintah Segunung, Bagaimana Nih?

Akibatnya swata bersandar penuh pada utang pemerintah dan BUMN. Proyek proyek pemerintah dan BUMN yang dibiayai dengan utang menjadi andalan swasta untuk dapat survive.

Tanpa proyek proyek pemerintah, maka mustahil swasta Indoneaia masih bisa bertahan sampai hari ini. Akibatnya utang pemerintah meningkat dengan sangat cepat karena harus membiayai dan mempertahankan bisnis swasta yang terancam gulung tikar.

Utang LN Meningkat Pesat

Sangat luar biasa peningkatan utang luar negeri Indonesia. Sepanjang pemerintahan Jokowi utang luar negeri Indoneaia nambah 115 miliar USD alias Rp1665, 5 triliun.

Utang luar negeri pemerintah saja bertambah Rp 1020 triliun rupiah. Jadi total utang pemerintah saja dari luar dan dalam negeri bertambah Rp 2780 Triliun. Karena Surat utang negara (SUN) bertambah sangat cepat yakni senilai Rp. 1759 triliun selama Jokowi berkuasa.

Sungguh luar biasa kemampuan pemerintah berhutang. Kemana saja uang hasil utang pemerintah ini mengalir ya?

Sekarang, nilai utang luar negeri Indonesia sekarang 408,593 miliar US dolar atau pas Rp. 6000 triliu. Dengan kewajiban bunga sekitar 450-500 T setahun atau 2/3 pendapatan negara dari pajak hanya buat bayar bunga.

Jumlah ini setara dengan jumlah pendapatan bersih semua perusahaan di dalam negeri baik BUMN maupun swasta. Ini namanya ekonomi dihisap sampai sum sum oleh utang.

Bola Salju Utang Pemerintah

Untuk memompa ekonomi yang tengah lesu dalam lima tahun terakhir terhitung sejak penurunan harga komoditas, pemerintah berusaha memompa dengan merancang berbagai mega proyek yang semuanya dibiayai dengan utang.

Maka dirancanglah melalui 14 paket kebijakan ekonomi, untuk mendukung mega proyek ketenagalistrikan 35 ribu megawatt, mega proyek tol, jalan, jembatan, bendungan dan lain sebagainya.

Mega proyek kilang minyak, smelterisasi, hingga peoperti melalui reklamasi dan ibukota baru. Memang semua proyek proyek itu relatif tidak rampung, atau boleh dikatakan gagal.

News Feed