by

Biarkan Anakmu Tidak Tahu Soal Masalah Ini, Tahu Mengapa?

Opiniindonesia.com – Di pasar, saya melihat seorang ibu lagi ngomel ke anaknya yang berumur 10 tahun.

Ibu itu memarahi anaknya karena meminta uang. Dia bilang ke anaknya, “Suruh tuh Bapakmu kerja biar dapat uang. Nganggur aja!!”

Si anak ngerengek, tetap meminta uang pada ibunya.

Ketika anaknya sudah dikasih uang, langsung ia pergi.

Ibu itu masih saja ngedumel.

Saya memperhatikan keduanya, karena posisinya tepat di depan saya yang lagi menunggu barang dagangan.

Ibu itu kemudian duduk di sebelah saya, dan masih saja menggerutu, “Bocah minta uang terus. Tahu bapaknya nggak kerja!!”

Lalu, Saya tanya beliau, “Anak ibu yang keberapa dia?”

“Anak yang kedua.” Jawab ibu itu.

“Ohhh kalau yang pertama?” Tanyaku lagi.

“SMA kelas 10” Jawabnya singkat

“Saya lihat ibu tadi memarahi anak ibu, kenapa?” Ucapku sembari tersenyum.

Ibu itu jawab, “Iya mas, diminta uang terus. Padahal lagi kayak gini kondisinya. Kerjaan lagi sulit!!”

“Hehehe iya ya bu. Emangnya suami ibu nggak kerja?” Tanyaku lagi.

“Iya mas, itu tempat kerja dia kena dampak virus corona, diliburkan. Pabrik masih tutup.” Jelasnya

“Saya sudah menyuruh anak-anak ngomong ke bapaknya biar nyari kerja di tempat lain. Biar nggak menganggur terus.” Dia cerita.

“Waduh terus tanggapan anak ibu, gimana?” Tanya saya.

“Ya mereka ngomong ke bapaknya. Yang kecil, yang tadi minta uang itu, yang paling berani ke bapaknya. Saya biarkan saja.” Jawabnya.

“Saya senang kalo anak-anak begitu. Biar bapaknya semangat mencari uang.” Lanjutnya.

Saya memperhatikan saja.

“Terus bagaimana tanggapan bapaknya?” Tanyaku lagi

“Ya bapaknya diam aja.” Jawabnya.

“Laki-laki kan punya kewajiban menafkahi, iyakan mas?” Tanya ibu itu.

“Iya, hehehe. Lebih baik kalo masalah kayak gini, jangan libatkan anak, bu. Kasian mereka belum nyampe akalnya. Saya khawatir anak-anak jadi nggak menghormati bapaknya.” Saya coba menyarankan.

“Suami ibu, saya yakin sudah bekerja keras mencari pekerjaan. Biar punya penghasilan. Hanya saja belum ketemu. Dia pasti bergerak. Tinggal ibu sebagai isterinya mendoakan.” Kata saya. Padahal saya agak nggak enak hati ngasih saran ke dia. Takut tersinggung.

Ibu itu diam memperhatikan.

“Saya kira dengan ibu membicarakan hal itu kepada anak. Terus si anak kemudian mengeluh ke bapaknya. Saya khawatir suami ibu jadi nggak percaya sama ibu. Lebih baik dibicarakan berdua saja. maaf ya bu.” Kata saya.

“Atau ibu coba bikin sesuatu buat dijual. Kayak bikin gorengan, nasi uduk, rujak atau lainnya. Terus anak ibu yang SMA itu diajak jualan. Kan nambah penghasilan tuh. Nah ketika anak ibu bantuin, doakan dia. Semoga derajatnya tinggi.” Saranku padanya.

Oleh: Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako,

News Feed