by

Kepemimpinan Keluarga adalah Modal untuk Masyarakat yang Kuat

Opiniindonesia.com – Penetapan suami sebagai pemimpin rumah tangga adalah berdasarkan SK dari Allah, langsung di Al-Quran Surah An-Nisa’: 34,

“Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita karena keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada sebagian orang atas sebagian lainnya dan karena harta yang mereka nafkahkan.”

Ketika banyak problem rumah tangga muncul maka pertanyaan penting yang seyogianya kita kemukakan adalah, “Apakah kepemimpinan suami berjalan efektif?”

Perjalanan bahtera rumah tangga membutuhkan nahkoda yang shalih dan berkompeten. Suami membimbing, mengarahkan, mengingatkan, meluruskan yang belok, mengoreksi yang salah.

Tentu banyak hal yang harus dimusyawarahkan agar diperoleh keputusan keluarga yang lebih baik dan menentramkan. Meskipun begitu, dalam situasi tertentu, suami harus memiliki keyakinan dan ketegasan untuk menjaga arah keluarga supaya tetap menuju pulau harapan.

Oleh sebab itu, salah satu pilar utama kepemimpinan suami adalah ketaatan istri. Istri boleh menyampaikan usul, saran, pandangan tentang langkah-langkah yang diambil suami sebagai qawwaam atau qayyim. Namun ketika keputusan sudah diambil maka pilihan terbaik bagi istri adalah “mendengar dan taat dalam keadaan suka maupun tidak suka.”

Apa pun masalah yang terjadi dalam rumah tangga, bisa ditemukan solusinya selagi suami menjaga amanahnya sebagai pemimpin, sedangkan istri menjaga loyalitas dan ketaatannya kepada suami.

Kepemimpinan keluarga yang kuat inilah modal penting bagi kita untuk membangun masyarakat yang kuat.

Oleh : Hawin Murtadlo Bukhori, Penerjemah Kitab Tafsir Al-Muyassar dan buku-buku berbahasa Arab.

News Feed