by

Belajarlah Melayani Pelanggan, yang Sesuai dengan Permintaannya

Opiniindonesia.com – Pagi tadi bapak menelpon agen telor untuk memesan telor ayam satu ikat yakni 15 kg. Kebetulan yang mengangkat telepon ibu Hajahnya, pemilik agen telor. Jadi langsung diiyakan.

Setelah menyiapkan dan menitipkan uang untuk bayar telor itu ke ibu. Saya kemudian berangkat kulakan barang dagangan ke kota. Catatan pemesanan sudah saya kirim lewat aplikasi whatapps.

Bosen menunggu barang dagangan yang belum jadi. Iseng-iseng saya coba kirim video motivasi ke beberapa temen. Dan ternyata yang aktif merespon cuma si Ipul Saiful Anwar. Temenku asal Kecamatan Beber. Kami berdua aktif chatingan. Setelah barang dagangan sudah jadi dan terkumpul. Saya balik ke warung.

Singkat cerita, setelah membongkar barang dagangan di motor, dan saya bawa masuk ke warung. Kiriman telor datang.

Sama pengirimnya saya dikasih dua ikat telor. Dengan bobot 30kg. Saya lihat notanya. Ya ampun harga telor naik.

Saya tanya ke pak Agus yang ngirim telor itu, “Pak Agus, punten ya, pagi tadikan bapak memesan telornya satu ikat, kok dikasihnya dua ikat?”

Dengan enteng dia bilang, “Nggak apa.”

“Nggak apa gimana? Lihat tuh persediaan telor di warung masih, ada yang belum terjual. Nanti numpuk di sini. Lagian uangnya buat kulakan beli barang dagangan lainnya. Apalagi ini telornya naik harganya. Satu ikat aja ya pak Agus. Satu aja.” Kata saya.

“Nanggung, kalau satu ikat nanti saya nggak dapat tambahan pemasukan.” Jawabnya memelas.

“Satu saja. Bukannya ongkos dari saya dapat. Upah dari majikan dapat, terus pak Agus mau ongkos apa lagi. Jangan serakah. Saya mau bayar telor yang sesuai pesanan aja. Kalau pak Agus keberatan, silahkan bawa semua telornya.” Ucapku ketus.

Sambil ngedumel dia bawa lagi yang satu ikatnya. Saya bayari dan kasih ongkos.

Seringkali saya mengalami hal demikian. Sudah transaksi pemesanan barang dengan sales dari perusahaan tertentu. Namun ketika datang kiriman, Barangnya tidak sesuai dengan pesanan. Dan seringnya ada tambahan barang yang sebetulnya tidak saya pesan. Akhirnya tagihan membengkak.

Kalau dikembalikan, prosesnya lama. Duuhhh.

Teman-teman belajarlah melayani dengan baik. Yang sesuai permintaan pelanggan.

Oleh : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako.

News Feed