by

Belilah Dagangan Rakyat, Bersiaplah Menerima Dampak Positifnya

Opiniindonesia.com – Pagi tadi, saya buru-buru berangkat dagang ke plered. Pas di jalan saya baru ngeh, masker dan charger handpone ketinggalan di rumah, aduh. Mau balik lagi sudah jauh, sudah setengah jalan. Ya sudah lanjut.

Sesampainya di daerah Tukmudal, dari kejauhan saya melihat ada lapak penjual masker di pinggir jalan raya. Saya langsung menepi memarkirkan kendaraan.

Di lapak itu saya disambut seorang bapak penjual masker. Bapak itu menatap saya sembari tersenyum.

Saya tanya ke bapak itu, “Pak, saya mau beli masker adanya jenis apa saja dan berapa harganya?”

Ia menjelaskan satu per satu jenis masker yang digantung itu dan sekalian memberi tahu harganya.

Saya pilih satu masker yang berwarna merah dan membayarnya.

Bapak itu terlihat senang banget, senyum bahagia.

Saya jadi teringat obrolan bersama ibu ketika di warung.

“Mamah kok sering banget jajan. Apa lagi kalau ada anak muda yang dagang. Pasti dipanggil lalu dibeli dagangannya. Kenapa sih?” Tanya saya.

“Biar mereka senang. Biar mereka semangat dagangnya. Anak muda yang lagi berusaha berdagang, kemudian dagangannya dibeli pasti bahagia. Seneng banget mereka. Dan tentu saja bukan hanya sekedar kita bertransaksi niaga, tapi disitu ada doa. Mereka yang lagi merintis jualan itu penuh harap. Orang yang dagangannya dibeli itu, selain bahagia, dia juga mendo’akan. Memohon ke gusti Allah supaya dagangannya yang dibeli itu bermanfaat, menyehatkan dan membawa keberkahan bagi pembelinya. Kita kan tidak tahu doa siapa yang kemudian diijabah sama gusti Allah.” Kata ibuku bercerita panjang lebar.

“Jika ada temenmu yang jualan. Yang lagi merintis dagang, datangi dan belilah barang dagangannya. Ingat jangan minta gratisan. beranilah membayar.” Pesan ibu pada saya.

Terkadang memang saya melihat teman-teman senior kalau membeli itu bukan karena ia membutuhkan barangnya. Namun karena rasa ingin membahagiakan atau untuk membeli doa dari penjualnya. Bukan karena ngerasa kasihan lihat penjualnya terus iya beli, tidak demikian. mereka itu membeli karena ingin memuliakan sesamanya. Ya lewat transaksi dagang.

Oleh : Ahmad Sholeh, Pedagang Sembako.

News Feed