by

Mengapa Demo Kaum Pemuda Meresahkan Presiden Jokowi

Opiniindonesia.com – Undang-Undang Omnibuslaw (UU) Cipta Kerja yang disahkan pada Senin (5/10/2020) menimbulkan penolakan hampir dari seluruh kalangan masyarakat.

Aksi unjuk rasa dari elemen buruh dan mahasiswa pun menghiasi sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan ada generasi milenial lain, yaitu pelajar atau siswa menengah yang ikut terlibat.

Menarik sekali dengan apa yang terjadi pada demo beberapa hari yang lalu. Disamping elemen buruh dan mahasiswa yang terlibat, terlihat bahwa demo saat itu juga banyak diikuti oleh pelajar STM, SMA, bahkan juga ada banyak pelajar SMP yang terlibat, disamping mereka juga yang sudah lulus sekolah dan tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Tapi sanyangnya perlakuan aparat kepolisian terhadap adik2 milenial ini sangat represif dan terlihat tidak pantas. Mereka semua ditangkap dan dikejar serta di gelandang ke markas kepolisian dengan perlakuan yang tidak wajar.

Beredar dari video yang sudah banyak beredar di medsos, adik2 milenial ini di jemur di terik panas matahari dengan kondisi baju mereka di buka dan disuruh tidur di lapangan terbuka.

Sangat menyedihkan sekali dan patutlah kita sayangkan perlakuan aparat kepolisian ini yang seharusnya tugasnya mengayomi bukan justru menyamakan mereka dengan penjahat kriminal dan pembunuhan.

Padahal Demo adalah hak Rakyat untuk menyampaikan pendapatnya dan di jamin Undang undang.

Apapun alasan yang dikemukanan pihak kepolisian bahwa mereka melakukannya untuk mendidik dan menasehati serta ini sesuai dengan protap mereka.

Tindakan perlakuan yang tidak wajar kepada para pendemo kemarin menunjukkan tingkat kesadaran aparat dan petinggi kepolisian dalam memahami HAM masih di level yang rendah, dan masih menganggap para pendemo adalah musuh yang harus diberantas.

Padahal generasi kaum muda dan milenial sekarang ini sudah melek teknologi dan cepat sekali menerima banyak informasi dan banyak belajar, termasuk tentang geo politik.

News Feed