by

Polemik Seputar Revolusi Akhlak Menurut Versi Habib Rizieq Shihab

Opiniindonesia.com – Saat demo damai Selasa 13 Oktober 2020 lalu, dihadapan ribuan paserda demo, Ketua Umum FPI Ahmad Syabri Lubis menyebutkan bahwa Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia dan segera memimpin revolusi.

“Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi,” kata Syabri dari atas mobil komando aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja, di patung kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

Hal ini memunculkan polemik dan menjadi diskursus tentang kata Revolusi itu. Tak ketinggalan para BuzerRp yang memang sedang menunggu moment2 seperti ini, dengan berjemaah dan sigap mereka langsung mendiskreditkan Habib Rizieq Syihab atas pernyataan Ketua Umum FPI ini.

Untuk menjelaskan pernyataan maksud revolusi tesebut, Sekretaris Umum FPI, Munarman, mengungkapkan makna revolusi yang akan dipimpin Habib Rizieq Syihab jika tiba di Indonesia. Munarman menyebut revolusi itu adalah revolusi akhlak.

“Soal pernyataan bahwa Habib Rizieq akan pimpin revolusi, saya juga mau katakan sekarang ini Pak Jokowi mengatakan revolusinya adalah revolusi mental, kenapa ketika Habib Rizieq mengeluarkan kata revolusi, memimpin revolusi itu dipersoalkan? Jadi secara per definisi, revolusi itu adalah perubahan yang cepat itu yang dimaksud, perubahan cepat dalam soal apa?”.

“Kalau rezim Pak Jokowi dengan pimpinan Pak jokowi membuat slogan revolusi mental, maka Habib Rizieq menyuarakan, dan membawa, serta akan memimpin revolusi akhlak,” kata Munarman, seperti dapat disaksikan di YouTube Front TV, Minggu (18/10/2020), yang dikutip oleh news.detik.com. dalam tulisan berjudul, Munarman FPI : Habib Rizieq Akan Memimpin Rvolusi Akhlak.

Munarman menjelaskan, revolusi akhlak itu mengubah perilaku agar meneladani sikap Nabi Muhammad SAW. Dia mencontohkan revolusi akhlak seperti mengubah perilaku orang yang tadinya sering berbohong menjadi tidak berbohong dan yang tadinya sering meninggalkan sholat jadi sering sholat.

“Akhlak seperti apa? Menjadi akhlak kepada Rasulullah, akhlak yang berdasarkan Al-quran dan Assunnah, akhlak yang dari orang suka bohong direvolusi jadi tidak bohong, orang yang tidak suka sholat menjadi orang yang suka sholat, orang yang suka khianat jadi tidak khianat, itu yang mau diajak oleh Habib Rizieq, revolusi orang yang terjajah menjadi tidak tertindas, orang yang dizalimi jadi orang yang bebas dari penzaliman,” jelasnya.

“Itu tidak ada persoalan, cuma caranya upaya dipercepat dan Habib Rizieq akan melakukan itu, sebetulnya kata-kata revolusi atau apa ini ketakutan-ketakutan karena memang status quo yang ada coba dipertahankan baik oleh penguasa, maupun taipan-taipan, cukong-cukong, yang menikmati keuntungan struktur sosial politik ekonomi yang ada ini.”

“Saya kira upaya melesetkan, menggiring opini supaya miss leading terhadap kata-kata revolusi ini yang harus dicegah, karena Bung Karno juga mencetuskan kata-kata revolusi, kemudian Pak Jokowi juga menyatakan kata-kata revolusi, jadi kata-kata revolusi tidak ada yang salah, karena dia perubahan yang cepat,” sambungnya.

News Feed