by

Dunia Cinta Rasulullah, Dunia Merindukan Muhammad SAW

-SHAMSI ALI-100 views

Opiniindonesia.com – Hari-hari ini Umat Islam di berbagai belahan dunia diingatkan oleh salah satu peristiwa penting dunia. Sebuah peristiwa yang membawa goncangan dan perubahan dahsyat secara global. Itulah kelahiran manusia terbaik (khaerul anaam), sekaligus penutup (khaatam) dan penghulu (sayyid) para nabi dan rasul.

Muhammad SAW terlahir di bulan Rabi’ul awwal. Bulan yang tentunya mengingatkan akan kehadiran sosok pembaharu (reformer) dan agen perubahan ke arah yang lebih baik (al-muslih). Tapi yang terpenting beliau hadir sebagai penyampai (muballig) risalah khatimah (the final message) Allah ke seluruh manusia sekaligus tauladan (uswah) bagi semua manusia.

Tentu menuliskan mengenai Muhammad SAW serasa melempar segenggam garam ke lautan samudra. Selain sedemikian banyak yang telah menulis tentang beliau, dan dalam segala aspek hidupnya, baik dari kalangan “believer” (yang mengimaninya) maupun yang “unbeliever” (tidak mengimaninya). Juga karena menuliskan tentang beliau tidak akan pernah menemukan akhir dari keindahan cerita perjalanan hidupnya.

“Muhammad (SAW) adalah memang manusia. Tapi beliau tidak seperti manusia lainnya. Akan tetapi beliau adalah mutiara di tengah bebatuan. Kesempurnaannya mencapai puncak ketinggian. Keindahannya dirinya menyingkap gulita. Segala lini hidupnya begitu indah nan menawan”.

Ungkapan di atas adalah puji-pujian yang populer dan sering dibacakan oleh kalangan Muslim IPB (India Pakistan Bangladesh). Sebuah pujian yang memang menggambarkan realita kesempurnaan sosok Muhammad (SAW).

Pujian yang terpenting tentunya bukan pujian manusia. Tapi yang terpenting adalah pujian dan pemuliaan Penciptanya sendiri. Berkali-kali beliau dipuji dalam Al-Quran. Salah satunya: “sungguh engkau (Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung”.

Keimanan dan kecintaan kita kepada Muhammad (SAW) menjadi bagian integral dari keimanan kita kepada Rabb itu sendiri. Bahwa “laa ilaaha illa Allah” itu tidak akan terpisahkan dari “Muhammad Rasululullah”. Hanya melalui (ajaran) Muhammad (SAW) kita akan mencapai keimanan yang benar dan hakiki kepada Allah (SWT).

Suasana iman seperti di atas harus menjadi bagian dari detak ka ting para Mukmin. Tetapi di momen Rabi’ul Awwal inilah kita kembali membangun komitmen dalam iman dan cinta kepada beliau. Kita “recharge” atau mengisi lagi dada kita dengan gelora iman dan cinta. Sehingga komitmen ketaatan kepadanya semakin membara.

Dunia Merindukan sosok Muhammad (SAW).

Dalam dunia yang penuh goncangan, cobaan dan fitnah saat ini, sosok Muhammad (SAW) sangat dirindukan oleh manusia untuk hadir kembali. Sebuah sosok yang tidak akan tenang dengan berbagai penyelewengan kehidupan manusia.

Kita diingatkan kembali tentang keadaan Kota Mekah sebelum lahirnya sosok Muhammad (SAW). Kejahiliyaan, kezholiman, rasisme, dikriminasi jender dan ras, dan tentunya kekerasan (peperangan) antar suku menjadi pandangan lumrah. Dan tentunya penyelewengan akidah (kesyirikan) menjadi ideologi masyarakat Amerika saat itu.

News Feed